
Selamat pagi, Pak…..Selamat pagi Bu…..
Kalimat itu sering diucapkan Busu ketika masih sekolah di SD, SMP, dan SMA (berarti S-3 ya..?) yang diucapkan secara serentak bersama-sama teman-teman satu kelas. Ya, masa-masa yang penuh dengan ceria dan cerita. Baik cerita manis, pahit, lucu dan kadang cerita uncategorized.
Ketika sekolah di SD , kalau ditanyakan kepada Busu pelajaran apa yang disukai ? Busu sering menjawab “MATEMATIKA”. Jawaban ini adalah jawaban kontroversial bagi teman-teman Busu, karena mereka menganggap pelajaran Matematika adalah pelajaran yang memusingkan, membosankan, mem….dan mem… yang lainnya. Namun bagi Busu, matematika memiliki sebuah petualangan yang penuh dengan tantangan melebihi outbond. Masa sih..? Ya… karena Busu belum pernah outbond sedang sensasi petualangan yang didapatkan ketika mengerjakan soal-soal apalagi soal yang memiliki tingkat kesulitan lumayan hingga tinggi, dan pada akhirnya Busu dapat menyelesaikannya. Saat itulah, kebahagiaan luar biasa didapatkan melebihi bahagianya saat diberi hadiah permen yang dibagi dua dengan Bejo. (Apa kabar Jo..?)
Sangatlah bertolak belakang dengan cerita Busu di atas, cerita teman Busu yang Guru SMP, memiliki Sertifikat Pendidikan Matematika dan menerima Tunjangan Sertifikasi yang bekerja sebagai tenaga pendidik di sebuah SMP (berarti S-2 ya..?) Bagaimana ceritanya ?
Ketika teman Busu memberikan 5 buah soal hitungan kepada siswa kelas 9 beberapa hari yang lalu, pastinya kelas 9 ini yang akan menghadapi Ujian Nasional pada tanggal 29 Maret 2010 hingga 31 Maret 2010 itu, menurut teman Busu, para siswanya memberikan ‘hadiah’ kekecewaan kepadanya. Bagaimana tidak ? Soal yang diberikan itu adalah soal hitungan yang mulai diajarkan di kelas 4 SD (S-1 lho…) ternyata hasil tes itu sangat jelek. Karena Busu tertarik dengan cerita teman, maka Busu meminta soal-soal itu dan ternyata soalnya seperti ini:
1. 1/2 + 2/3 + 3/4 = …….
2. 1 2/3 + 2 3/5 – 3 1/4 = ……..
3. (-2) - 1/6 + 4 2/3 - 4/5 = …..
4. 3 4/5 X 2 6/7 = …
5. 12/13 : 9/7 = …
(Maaf, aslinya soal ini dalam bentuk pilihan ganda)
Persis,jelas, soal-soal ini soal mudah bagi Busu disaat masih SMP kelas 1 (jaman dulu kan belum ada kelas 7). Pantaslah kalau teman Busu merasa kecewa ketika melihat hasil tes 68 siswa itu sebagai berikut :
A. Siswa menjawab benar :
1. Soal nomor 1 : 21 siswa, berarti 30,8 %
2. Soal nomor 2 : 16 siswa, berarti 23,5 %
3. Soal nomor 3 : 18 siswa, berarti 26,4 %
4. Soal nomor 4 : 52 siswa, berarti 76,4 %
5. Soal nomor 5 : 27 siswa, berarti 39,7 %
B. Skor yang didapat siswa (skor 1 setiap soal)
1. Skor 0 : 4 siswa, tidak ada jawaban yang benar.
2. Skor 1 : 21 siswa, hanya satu jawaban benar.
3. Skor 2 : 23 siswa, jawaban benar 2.
4. Skor 3 : 13 siswa, jawaban benar 3.
5. Skor 4 : 7 siswa, jawaban benar 4.
6. Skor 5 : 0 siswa (tidak ada)
Sehingga rata-rata skor adalah : 1,97.
Waduh…. Busu jadi ikut geleng-geleng. Bagaimana tidak ?
Dengan waktu yang sudah sangat dekat dengan UN, ternyata siswa masih sempat “guyoni” gurunya dengan hasil tes pagi hari yang sangat jelek. Siang nanti, terpaksa teman Busu memberikan materi “khusus” yang sebenarnya sudah tidak terdapat dalam kurikulum KTSP SMP. Ya….Busu cuma sarankan kepada temannya, SABAR MAS…., MUDAH-MUDAHAN SISWA-SISWI MAS BISA LULUS UN SEMUA WALAUPUN TERNYATA HARUS IKUT UN ‘ULANGAN’ YANG DISEDIAKAN PADA TAHUN INI.
Sukses….untuk para Guru, khususnya teman Busu di cerita ini.
Filed under: Belajar | Ditandai: Analisis Hasil Belajar, Belajar Bermakna, Calon Siswa SMA Kalimantan Tengah, Guru Profesional, Guyonan Matematika, Matematika Dasar, Sertifikasi Guru, SMP Kalimantan Tengah | 19 Komentar »