
gambar diambil dari jogjanews.com
Kadangkala kita merasa sebagai pemilik sesuatu walalupun ‘sesuatu’ itu belumlah menjadi milik kita. Dan tidak jarang kita merasa sesuatu yang telah kita miliki merupakan 100% milik kita tanpa menyadari sebagian kecilnya merupakan hak orang lain.
Ketika Pemerintah mengumumkan bahwa PNS diberikan Tunjangan Lauk Pauk, saya merasa tunjangan itu sudah menjadi hak saya dan hanya menunggu waktu saja menerimanya. Bulan demi bulan saya menunggu realisasinya, satu ulan, dua bulan, tiga bulan, dengan sabar saya menunggu. Ya, semakin lama menunggu saya merasa semakin besar tabungan saya karena pastilah tunjangan itu akan dibayarkandengan di ‘rapel’. Namun hingga saat ini tunjangan itu belum juga ada realisasinya.
Kalau dihitung, seandainya memang itu hak saya terhitung sejak Pemerintah mengumumkan tunjangan itu akan diberikan, tentulah tidak sedikit yang akan saya terima. Belum lagi berapa jumlah PNS di Kabupaten Barito Selatan Propinsi Kalimantan Tengah yang bernasib sama dengan saya apabila di kalkulasikan tentunya bukanlah angka yang kecil. Dan seandainya setiap PNS tersebut setelah menerima tunjangan itu dan memberikan 2,5 % hak fakir miskin, alangkah berbahagianya mereka menerima haknya yang juga bukanlah angka yang sedikit.
Tetapi maaf, saya tidak menunjukkan angka disini karena memang hingga saat ini tidak ada angka-angka itu yang faktanya telah disulap entah menjadi apa.
Melihat kenyataan ini, saya tidak berani “mengakui” memiliki hak sebagai penerima tunjangan daerah sebagaimana diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Barito Utara kepada Pegawainya, ataupun Kabupaten-kabupaten lainnya yang telah memberikan hak pegawainya yang tidak saya sebutkan di sini.
Sebagai makhluk yang beriman dan telah menerima nikmat Islam hingga saat ini dan Insya Allah hingga akhir hayat, saya bersyukur kepada Allah SWT akan itu semua dengan harapan jiwa ini terus bercahaya sehingga selalu terang benderang dan tidak terseret dalam kegelapan dan prasangka kepada-Nya. Sesungguhnya, segala sesuatu berasal dari-Nya dan akan kembali pada-Nya. Limpahan Rahmat, rizky yang tiada henti dari-Nya seharusnya membuat-ku mampu bersyukur, dan selalu bersyukur. Alhamdulillahirrobbil ‘aalamin.
Filed under: Uncategorized | 16 Komentar »