FONT ‘S

 

Membaca postingan saudara Eddy tentang

“Cara Menambahkan Jenis Font Atau Memperbanyak Jenis Font “ membuatku terusik kembali buat cari-cari fonts dan mendownloadnya . Beberapa waktu lalu sebenarnya sudah terinstall fonts yang menarik hasil kreasi banyak kreatifator yang memperkaya seni.

Saya yakin, anak saya pasti menyukai beberapa font yang telah saya download karena saya amati dia sering menggunakan banyak font yang unik pada kliping-kliping yang dibuatnya.

Ternyata asyik juga menulis dengan variasi font walau terlihat diriku ini menjadi “kekanakan”. Hihihi….

Tapi tidak mengapa, yang penting bagiku memuaskan hasrat…..(hihi…tidak puasa ya…) dan membantu sang buah hati untuk senang belajar menulis menggunakan komputer sebagai pengenalan terhadap teknologi, dan tidak hanya selalu berkutat dengan game.

(mohon maaf jika tulisan kali ini tidak nampak seluruhnya apabila font belum sempat saya install seluruhnya di kompi anda)

SEMIFINAL LIGA CHAMPION 2011/2012

Gambar di pinjam dari sini.

Liga champion musim 2011/2012 sudah memasuki semi final setelah babak perempat final leg kedua berakhir dan menghasilkan 4 (empat) klub besar yang sangat bergengsi. Terlebih tim favorit saya yaitu Barcelona telah melenggang mantap ke babak semifinal mendahului rivalnya tim asuhan Maurinho yaitu Real Madrid.

Gambar di atas sengaja saya pilih karena benar-benar menampilkan apa yang menjadi “perang” dalam image saya untuk masa semifinal ini. Saya benar-benar berharap semifinal ini menjadi ajang pembuktian taktik, strategi dan keahlian tim-tim hebat tanpa adanya “sebuah pengaturan” yang akan mencederai sportifitas. (ya enggak lah….. masa sih….).

Adalah Chelsea akan berhadapan dengan JUARA musim lalu yaitu BARCA dan pesaing berat BARCA asuhan Maurinho, “Klub bertabur bintang “Real Madrid ditantang wakil Jerman, Bayern Munchen.

FOTO YANG DICARI!!!

Foto-foto ini adalah foto-foto yang tercecer beberapa waktu yang lalu ketika kegiatan “Pantauan Langsung” dari yusami sebagai wartawan Forumborneo, namun tidak sempat untuk di langsir maupun terbit. Alasan klasik lalu di ketengahkan, ya…sibuk dan koneksi speedy yang sedang gangguan. Berita tentang kegiatan ini beserta foto-foto yang lainnya dapat di ikuti atau telah dimuat di sini, atau disini dan juga disini.

Berikut foto-foto yang tercecer tersebut,

WAWANCARA DENGAN KAKAK PEMBINA PENDAMPING PENGGALANG KWARAN DUSUN TENGAH

WAWANCARA DENGAN KAKAK PEMBINA PENDAMPING PENGGALANG KWARAN DUSUN TENGAH

PENGGALANG PUTRA KWARAN DUSUN TENGAH

BERSAMA PEMBINA PENDAMPING

WARTAWAN FORUMBORNEO BERSAMA JUNIOR DI PETERNAKAN BARITO TIMUR

TUNJANGAN LAUK PAUK

gambar diambil dari jogjanews.com

Kadangkala kita merasa sebagai pemilik sesuatu walalupun ‘sesuatu’ itu belumlah menjadi milik kita.  Dan tidak jarang kita merasa sesuatu yang telah kita miliki merupakan 100% milik kita tanpa menyadari sebagian kecilnya merupakan hak orang lain.

Ketika Pemerintah mengumumkan bahwa PNS diberikan Tunjangan Lauk Pauk, saya merasa tunjangan itu sudah menjadi hak saya dan hanya menunggu waktu saja menerimanya. Bulan demi bulan saya menunggu realisasinya, satu ulan, dua bulan, tiga bulan, dengan sabar saya menunggu. Ya, semakin lama menunggu saya merasa semakin besar tabungan saya karena pastilah tunjangan itu akan dibayarkandengan di ‘rapel’. Namun hingga saat ini tunjangan itu belum juga ada realisasinya.

Kalau dihitung, seandainya memang itu hak saya terhitung sejak Pemerintah mengumumkan tunjangan itu akan diberikan, tentulah tidak sedikit yang akan saya terima. Belum lagi berapa jumlah PNS di Kabupaten Barito Selatan Propinsi Kalimantan Tengah yang bernasib sama dengan saya apabila di kalkulasikan tentunya bukanlah angka yang kecil. Dan seandainya setiap PNS tersebut setelah menerima tunjangan itu dan memberikan 2,5 % hak fakir miskin, alangkah berbahagianya mereka menerima haknya yang juga bukanlah angka yang sedikit.

Tetapi maaf, saya tidak menunjukkan angka disini karena memang hingga saat ini tidak ada angka-angka itu yang faktanya telah disulap entah menjadi apa.

Melihat kenyataan ini, saya tidak berani “mengakui” memiliki hak sebagai penerima tunjangan daerah sebagaimana diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Barito Utara kepada Pegawainya, ataupun Kabupaten-kabupaten lainnya yang telah memberikan hak pegawainya yang tidak saya sebutkan di sini.

Sebagai makhluk yang beriman dan telah menerima nikmat Islam hingga saat ini dan Insya Allah hingga akhir hayat, saya bersyukur kepada Allah SWT akan itu semua dengan harapan jiwa ini terus bercahaya sehingga selalu terang benderang dan tidak terseret dalam kegelapan dan prasangka kepada-Nya. Sesungguhnya, segala sesuatu berasal dari-Nya dan akan kembali pada-Nya. Limpahan Rahmat, rizky yang tiada henti dari-Nya seharusnya membuat-ku mampu bersyukur, dan selalu bersyukur. Alhamdulillahirrobbil ‘aalamin.

KTI ONLINE 2010

Hari ini tanggal 15 Mei 2010 merupakan hari terakhir bagi para calon peserta KTI Online untuk mendaftar ulang. Calon Peserta pada 2 tahap yang telah diumumkan di KTI Online pada tanggal 4 Mei 2010 lalu diharuskan mendaftar ulang dengan format yang telah disediakan untuk memberikan informasi yang akurat kepada Panitia.
Saya yang termasuk salah seorang calon peserta telah mendaftar ulang pada tanggal 10 Mei lalu merasa dag dig dug juga. Maklum, ini kali pertama bagi saya mengikuti kegiatan  yang di selenggarakan oleh P4TK TK&PLB sehingga saat ini belum adanya konfirmasi atas pendaftaran ulang saya menjadikan saya agak gugup. (more…)

“MAAF, KUBERI HUKUMAN BAGI ANAK BANDEL”

Maraknya berita di televisi yang menyiarkan kematian akibat menenggak minuman keras oplosan dan minuman keras yang berkadar alkohol tinggi sempat juga mengusik dan mengelitik hati kecilku. Sedih, ya…sedih kurasakan sekaligus prihatin. Belum lagi obat-obatan terlarang yang semakin mudah didapat dan menggerogoti bangsa ini. (more…)

IMBAS TEKNOLOGI

Peserta Pengimbasan ICT SMP Se- Gunung Bintang Awai

Tanggal 17 Februari 2010, di SMPNN 2 Gunung Bintang Awai dilaksanakan Pengimbasan ICT untuk SMP se kecamatan Gunung Bintang Awai, pertemuan kedua setelah pertemuan pertama dilaksanakan seminggu sebelumnya. Pertemuan sehari ini seharusnya diikuti oleh 5 SMP dan 1 MTs, namun satu SMP tidak bisa mengirimkan peserta dikarenakan keterbatasan guru di sekolah tersebut. Pertemuan yang direncanakan dilaksanakan 3 (tiga) kali ini, diharapkan tiap sekolah mengirimkan 5 peserta ditambah 1 kepala sekolah.

Pengimbasan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Penataran Guru tentang ICT bulan lalu yang dilaksanakan LPMP Kalimantan Tengah dan dari Kecamatan Gunung Bintang Awai sebanyak 5 orang guru sebagai peserta yang pada gilirannya guru-guru inilah sebagai pengimbas ilmu yang telah diterima saat mengikuti pelatihan itu.

Peserta Favorit

Dalam tiga kali pertemuan yang direncanakan, materi yang diberikan yaitu : Pengenalan Komputer, MS Words, EXEL, Power Point, dan Pengenalan Internet. Setiap pertemuan dilaksanakan dari pukul 08.00 hingga pukul 15.00 WIB.

Pada pertemuan kedua ini,  salah satu pemateri mengatakan bahwa Kegiatan ini sebenarnya belumlah bisa dikatakan ‘memberikan keterampilan’ kepada para guru, namun hanyalah memberikan motivasi dan pengenalan kepada para guru akan komputer untuk dapat dimanfaatkan sebagai sebuah Media Pembelajaran nantinya. Pernyataan ini bukanlah tidak beralasan. Materi yang padat itu hanya diberikan dalam waktu singkat. Sementara dari sekian peserta hanya dua atau tiga orang saja yang sudah mengenal komputer dan malah banyak dari peserta itu baru pertama kali berhadapan dengan komputer. Kedalaman materi-pun belumlah memadai, terlebih laptop yang ada hanya satu tiap meja yang diisi oleh rata-rata 4 (empat) orang guru.

Terlepas dari segala kekurangan, dari dua kali kegiatan yang telah terlaksana mendapat sambutan positif dari para peserta dan peran aktif para peserta nampak sampai kegiatan berakhir.

Tulisan terkait :

Mentari Mulai Bersinar

DIALOG DENGAN DPR

Tanggal 2 Februari 2010 pukul 19.35 WIB, telpon Busu berdering. Ternyata Mas Bayu yang telpon dan memberitahukan rencana berangkat ke Tamiang Layang Pukul 20.00 nanti. Waduh….berarti 25 menit lagi, mendadak sekali ? Ada apa gerangan ?

Karena rasa ingin tahu yang menggebu-gebu, Busu buru-buru menuju kediaman Pak Sastro sekedar menanyakan rencana perjalanan mendadak ini dan apa saja perlengkapan yang harus dibawa.

Setibanya di kediaman Pak Sastro, ternyata beliau telah siap berangkat dengan mengenakan jaket rompi kebanggaan karena ada logo WMS yang dibordir berwarna kuning sehingga tampak kontras dengan rompinya yang hitam kelam itu.

Tidak perlu membawa apa-apa, karena ke Tamiang Layang cuma acara silaturrahmi dan ‘ngobrol’ tanpa topik pasti ataupun tersusun dalam jadwal acara ini.

Karena tidak perlu persiapan yng lama, maka Busu buru-buru balik dan bersiap-siap untuk berangkat. Tak lupa kamera kecil samsung kesayangan Busu juga akan ikut perjalanan ini.

Tak lama berselang, Pak Sastro sudah mampir dan kamipun berangkat menuju rumah “Pak De Mansyur” seorang sesepuh yang kami hormati. Sebelumnya kami menyempatkan mampir ke kediaman Mas Bayu dan berangkat bareng. Setibanya di kediaman “Pak De Mansyur” ternyata Pak Bejo sudah menunggu kami. Waktu sudah menunjukkan pukul 19.45 WIB. Karena jarak yang akan kami tempuh kurang lebih 50 km yaitu jarak Ampah-Tamiang Layang, kami segera pamit dengan “Pak De” untuk segera berangkat dan mohon ijin pinjem mobilnya. Ternyata Mas Wowos juga ikut, itu lho…Ki Dalang milik Barito Timur yang memang berdomisili di Ampah juga. Ya..waktu hampir menunjukkan pukul 20.00 WIB, kamipun berangkat menuju Tamiang Layang.

Pak Bejo yang bertindak selaku joki dengan santai menyusuri jalan yang sesekali berpapasan dengan truk dan pengendara sepeda motor. Pak Sastro duduk disampingnya menguraikan maksud keberangkatan ini yaitu silaturrahmi dengan Anggota DPRD Propinsi Kalimantan Tengah Komsi A di rumah Dinas Bapak Anton Kusdarmanto, Wakil Ketua DPRD Barito Timur.

Kurang lebih 20 km perjalanan, hujan turun dengan lebatnya kadang-kadang disertai guntur menggelegar dan kilat menyambar. Keadaan seperti ini membuat Pak Bejo mengurangi kecepatan dan memasang mata dengan fokus mengingat air hujan cukup menghalangi pandangan terhadap jalan.

Dengan kondisi ini, hujan yang tiada henti hinga sampai di kediaman Bapak Anton Kusdarmanto yang memang sudah menunggu kami. Di sini rupanya Pak Amir Fatah, orang kepercayaan Pak Anton Kusdarmanto di PAN, partai yang membawa Pak Anton duduk di kursi DPRD Barito Timur telah hadir lebih dulu.

Berbasa-basi sebentar, kemudian Pak Anton berangkat menjemput Pak IMAM MARDANI dan HABIB ISMAIL, yang tadi Busu sudah ceritakan Anggota DPRD Propinsi Kalimantan Tengah Komisi A. Tidak memakan waktu lama, sepertinya tidak jauh menjemput beliau itu, rombongan yang ditunggu tiba, ditambah dengan Pak H.AHMAD HUZAIRIN, anggota DPRD Bar-Tim juga di Komisi A. Lengkap sudah.

Dengan ramah, Pak Imam Mardani mengenalkan dirinya dan Habib Ismail. Kemudian, Pak Sastro dengan gaya khasnya juga mengenalkan kami satu persatu dan langsung ‘nyambar’ saja membuka cerita tentang Pendidikan di Kalimantan Tengah, dan khususnya di Barito Timur, terkhusus lagi di Ampah Dusun Tengah tempat kami berdomisili. Tanggapan positif dari Pak Imam Mardani meluncur dengan tertata, khas politikus seperti di televisi. Obrolan ini diselingi juga dengan canda ringan tidak lupa kopi dan kue ‘gaguduh tiwadak’ perlahan tapi pasti mulai masuk tenggorokan. Pak Sastro tidak membuang kesempatan, mengenalkan diri sebagai ‘pemenang kedua ITSF’ sebagai wakil dari Pendidik Dusun  Tengah, Barito Timur, Kalimantan Tengah. Senyum bangga sempat Busu lihat dari sosok Pak Imam Mardani mendengar prestasi Pak Sastro. Inilah sosok seorang wakil rakyat…..wakil rakyat.

Sampai pada gilirannya, Mas Wowos angkat bicara. Dengan gaya bicara Arjuno, Mas Wowos bertutur menunjukkan kepiawaiannya berwayang. Ternyata, Pak Imam Mardani yang juga warga Kalimantan keturunan Jawa menyambut baik adanya perkumpulan seni khususnya Wayang ini.  Bahkan beliau bersedia memfasilitasi perkembangan perkumpulan seni ini yang nantinya akan menjadi pusat seni Barito Timur.

Jam sudah menunjukan pukul 23.10 WIB, Mas Bayu yang sedari tadi mendengarkan dengan serius obrolan ini sudah terlihat mulai mengantuk. Tak disangka, Mas Bayu mengambil rokok dan menyulutnya, padahal Mas Bayu bukanlah perokok. O…..bigitu, pastilah untuk mengusir kantuknya. Maklum, udara dingin malam hari yang sedang turun hujan memang membawa angan dan keinginan untuk segera terbang ke alam mimpi.

Sampailah giliran Pak Bejo ikut membuka pembicaraan. Dengan gaya seorang ‘anggota DPR’ juga, tetapi gayanya aja yang dipinjam, Pak Bejo mulai bercerita tentang aktifitas para blogger Ampah yang sedang berkembang. Mengingat blogger ‘JANAH berpusat di SMA N 1 Dsun Tengah dan para siswanya juga terlibat banyak didalamnya, Pak Imam Mardani dan Habib Ismail cukup terkesan. Beliau juga memberikan dukungan penuh kepada para Blogger untuk dapat menyuarakan Pembangunan di Kalimantan Tengah khususnya bidang Pendidikan. Demikian pula dengan H. Ahmad Huzairin selaku anggota DPRD Bar-Tim komisi A dan Pak Anton Kusdarmanto sang Tuan Rumah sekaligus menyandang beban Wakil Ketua DPRD Bar-Tim. Guyonan-guyonan Habib Ismail yang menyegarkan membawa kami larut dalam situasi penuh keakraban dan kekeluargaan. Tak  terasa, jam berdentang 12 kali, tengah malam sudah tiba. Mengingat kami harus pulang ke Ampah, obrolan diharuskan terhenti dan kamipun harus berpisah. Hujan mulai reda walaupun masih gerimis mengantarkan kami kembali ke Ampah. Perjalanan pulang ini terasa cepat, dan Busu tiba di rumah pada saat jam sudah menunjukkan pukul 02.00 dinihari.

(Tulisan ini sudah di sensor dan hasil selengkapnya ada pada catatan khusus Mas Bayu, Bejo, Busu dan Pak Sastro)

MENTARI MULAI BERSINAR

Paket Hadiah

Kalau tidur di malam hari bertemu bidadari, tentulah hanya mimpi. Kalau tidur di siang hari nemu dompet  di jalan dan isinya penuh, akh…itu hayalan terbawa tidur. Namun…adakah manusia yang belum pernah tidur dan bermimpi ?

Kali ini Busu memang ingin cerita tentang mimpinya yang selalu berulang, baik saat tidur maupun bangun. Ya… sudah saatnya setiap sekolah memiliki fasilitas yang namanya komputer  , dan para siswa bisa belajar TIK tidak hanya menonton laptop milik gurunya. Sudah saatnya siswa bisa belajar sambil melihat materi pelajaran yang diramu melalui power point dan nampak di dinding menggunakan LCD Proyektor. Inilah mimpiku, aku…Busu….., sering mengimpikan ini buat membuka mata anak-anak di Desa seperti daerah kami.

Kemarin, Bapak Kepala Sekolah yang bijaksana, beserta dua orang guru mengikuti pelatihan multimedia di Palangkaraya, ibukota Propinsi. Entah siapa yang menyelenggarakan pelatihan itu, karena dengan kebijaksanaan Bapak Kepala Sekolah, kami jarang mendapatkan informasi yang jelas. Ketika beliau berangkatpun, hanya beberapa orang guru yang diberitahu.

Selama tiga hari pelatihan, pulang-pulang Bapak Kepala Sekolah membawa oleh-oleh 3 (tiga) buah Laptop dan 1 (satu) Printer ditambah 1 (satu) LCD Proyektor.  Ketika saya bertanya, katanya sih pemberian dari LPMP Kalimantan Tengah untuk pelaksanaan MGMP Sekolah. Pemberian ini merupakan hadiah yang sangat saya sukai walau sebenarnya bukanlah hak penuh dari SMP kami . Kalau di SD, merupakan hak Gugus katanya.

Saya merasa senang, sepertinya sedikit demi sedikit mimpiku akan menjadi nyata. Walau mungkin masih harus berkata ,’entah kapan’.

Paling tidak, kalau diijinkan Bapak Kepala Sekolah untuk pinjam LCD Proyektor sekali-sekali, akan memberikan warna lain dalam proses belajar mengajar yang nampaknya semakin membosankan bagi siswa yang memiliki motivasi belajar rendah.

Sepertinya “MENTARI MULAI BERSINAR”, walau masih redup, paling tidak akan membuka mata para guru di Desaku yang selama ini dengan terang-terangan mengakui dirinya ‘gaptek’ dengan bangga. Ya…. ‘gaptek’ katanya mirip gaplek….

TARI DADAS DAN BULAT

(WADIAN DADAS DAN WADIAN BULAT)

Beberapa waktu yang lalu Indonesia rame dengan demo karena budayanya di ambil jiran walau seandainya kita selidiki ternyata memang budaya kita sejak lama di bawa warga Indonesia ke jiran. Tidak sedikit warga Indonesia yang sejak lama telah menetap di negeri jiran. Apalagi akhir-akhir ini secara besar-besaran, kecil-kecilan, terang-terangan maupun gelap-gelapan banyak orang-orang Indonesia masuk dan di masukkan ke negeri jiran,

Sebenarnya, kita memang mencintai bangsa ini dan adat istiadatnya. Budaya Indonesia yang beragam dan banyak sekali selalu dilestarikan secara turun temurun agar tetap selalu lestari. Kalo masalah nanti di curi orang….. harusnya ada fihak yang berwenang yang menjaganya.

Ketika SMP Negeri 1 Awang Lapai mengadakan kunjungan persahabatan ke SMPN 2 Gunung Bintang Awai, anak-anak menyajikan tarian wadian dadas dipadukan dengan wadian bulat yang hampir sempurna. Wadian bulat dengan tingkat kesulitan yang sangat tinggi, telah mampu ditampilkan oleh anak-anak merupakan suatu prestasi yang bagus, baik bagi sang penari tentunya juga bagi sang pembimbingnya.

anak-anak smpn1 awang lapai

Inilah sebuah catatan yang berkesan dari hasil kunjungan SMPN 1 Awang Lapai ke SMPN 2 Gunung Bintang Awai pada tanggal       30 Nopember 2009 yang lalu. Dimana pelestarian budaya berupa tarian daerah telah di tampilkan.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.