
Tanggal 2 Februari 2010 pukul 19.35 WIB, telpon Busu berdering. Ternyata Mas Bayu yang telpon dan memberitahukan rencana berangkat ke Tamiang Layang Pukul 20.00 nanti. Waduh….berarti 25 menit lagi, mendadak sekali ? Ada apa gerangan ?
Karena rasa ingin tahu yang menggebu-gebu, Busu buru-buru menuju kediaman Pak Sastro sekedar menanyakan rencana perjalanan mendadak ini dan apa saja perlengkapan yang harus dibawa.
Setibanya di kediaman Pak Sastro, ternyata beliau telah siap berangkat dengan mengenakan jaket rompi kebanggaan karena ada logo WMS yang dibordir berwarna kuning sehingga tampak kontras dengan rompinya yang hitam kelam itu.
Tidak perlu membawa apa-apa, karena ke Tamiang Layang cuma acara silaturrahmi dan ‘ngobrol’ tanpa topik pasti ataupun tersusun dalam jadwal acara ini.
Karena tidak perlu persiapan yng lama, maka Busu buru-buru balik dan bersiap-siap untuk berangkat. Tak lupa kamera kecil samsung kesayangan Busu juga akan ikut perjalanan ini.
Tak lama berselang, Pak Sastro sudah mampir dan kamipun berangkat menuju rumah “Pak De Mansyur” seorang sesepuh yang kami hormati. Sebelumnya kami menyempatkan mampir ke kediaman Mas Bayu dan berangkat bareng. Setibanya di kediaman “Pak De Mansyur” ternyata Pak Bejo sudah menunggu kami. Waktu sudah menunjukkan pukul 19.45 WIB. Karena jarak yang akan kami tempuh kurang lebih 50 km yaitu jarak Ampah-Tamiang Layang, kami segera pamit dengan “Pak De” untuk segera berangkat dan mohon ijin pinjem mobilnya. Ternyata Mas Wowos juga ikut, itu lho…Ki Dalang milik Barito Timur yang memang berdomisili di Ampah juga. Ya..waktu hampir menunjukkan pukul 20.00 WIB, kamipun berangkat menuju Tamiang Layang.
Pak Bejo yang bertindak selaku joki dengan santai menyusuri jalan yang sesekali berpapasan dengan truk dan pengendara sepeda motor. Pak Sastro duduk disampingnya menguraikan maksud keberangkatan ini yaitu silaturrahmi dengan Anggota DPRD Propinsi Kalimantan Tengah Komsi A di rumah Dinas Bapak Anton Kusdarmanto, Wakil Ketua DPRD Barito Timur.
Kurang lebih 20 km perjalanan, hujan turun dengan lebatnya kadang-kadang disertai guntur menggelegar dan kilat menyambar. Keadaan seperti ini membuat Pak Bejo mengurangi kecepatan dan memasang mata dengan fokus mengingat air hujan cukup menghalangi pandangan terhadap jalan.
Dengan kondisi ini, hujan yang tiada henti hinga sampai di kediaman Bapak Anton Kusdarmanto yang memang sudah menunggu kami. Di sini rupanya Pak Amir Fatah, orang kepercayaan Pak Anton Kusdarmanto di PAN, partai yang membawa Pak Anton duduk di kursi DPRD Barito Timur telah hadir lebih dulu.
Berbasa-basi sebentar, kemudian Pak Anton berangkat menjemput Pak IMAM MARDANI dan HABIB ISMAIL, yang tadi Busu sudah ceritakan Anggota DPRD Propinsi Kalimantan Tengah Komisi A. Tidak memakan waktu lama, sepertinya tidak jauh menjemput beliau itu, rombongan yang ditunggu tiba, ditambah dengan Pak H.AHMAD HUZAIRIN, anggota DPRD Bar-Tim juga di Komisi A. Lengkap sudah.
Dengan ramah, Pak Imam Mardani mengenalkan dirinya dan Habib Ismail. Kemudian, Pak Sastro dengan gaya khasnya juga mengenalkan kami satu persatu dan langsung ‘nyambar’ saja membuka cerita tentang Pendidikan di Kalimantan Tengah, dan khususnya di Barito Timur, terkhusus lagi di Ampah Dusun Tengah tempat kami berdomisili. Tanggapan positif dari Pak Imam Mardani meluncur dengan tertata, khas politikus seperti di televisi. Obrolan ini diselingi juga dengan canda ringan tidak lupa kopi dan kue ‘gaguduh tiwadak’ perlahan tapi pasti mulai masuk tenggorokan. Pak Sastro tidak membuang kesempatan, mengenalkan diri sebagai ‘pemenang kedua ITSF’ sebagai wakil dari Pendidik Dusun Tengah, Barito Timur, Kalimantan Tengah. Senyum bangga sempat Busu lihat dari sosok Pak Imam Mardani mendengar prestasi Pak Sastro. Inilah sosok seorang wakil rakyat…..wakil rakyat.
Sampai pada gilirannya, Mas Wowos angkat bicara. Dengan gaya bicara Arjuno, Mas Wowos bertutur menunjukkan kepiawaiannya berwayang. Ternyata, Pak Imam Mardani yang juga warga Kalimantan keturunan Jawa menyambut baik adanya perkumpulan seni khususnya Wayang ini. Bahkan beliau bersedia memfasilitasi perkembangan perkumpulan seni ini yang nantinya akan menjadi pusat seni Barito Timur.
Jam sudah menunjukan pukul 23.10 WIB, Mas Bayu yang sedari tadi mendengarkan dengan serius obrolan ini sudah terlihat mulai mengantuk. Tak disangka, Mas Bayu mengambil rokok dan menyulutnya, padahal Mas Bayu bukanlah perokok. O…..bigitu, pastilah untuk mengusir kantuknya. Maklum, udara dingin malam hari yang sedang turun hujan memang membawa angan dan keinginan untuk segera terbang ke alam mimpi.
Sampailah giliran Pak Bejo ikut membuka pembicaraan. Dengan gaya seorang ‘anggota DPR’ juga, tetapi gayanya aja yang dipinjam, Pak Bejo mulai bercerita tentang aktifitas para blogger Ampah yang sedang berkembang. Mengingat blogger ‘JANAH‘ berpusat di SMA N 1 Dsun Tengah dan para siswanya juga terlibat banyak didalamnya, Pak Imam Mardani dan Habib Ismail cukup terkesan. Beliau juga memberikan dukungan penuh kepada para Blogger untuk dapat menyuarakan Pembangunan di Kalimantan Tengah khususnya bidang Pendidikan. Demikian pula dengan H. Ahmad Huzairin selaku anggota DPRD Bar-Tim komisi A dan Pak Anton Kusdarmanto sang Tuan Rumah sekaligus menyandang beban Wakil Ketua DPRD Bar-Tim. Guyonan-guyonan Habib Ismail yang menyegarkan membawa kami larut dalam situasi penuh keakraban dan kekeluargaan. Tak terasa, jam berdentang 12 kali, tengah malam sudah tiba. Mengingat kami harus pulang ke Ampah, obrolan diharuskan terhenti dan kamipun harus berpisah. Hujan mulai reda walaupun masih gerimis mengantarkan kami kembali ke Ampah. Perjalanan pulang ini terasa cepat, dan Busu tiba di rumah pada saat jam sudah menunjukkan pukul 02.00 dinihari.
(Tulisan ini sudah di sensor dan hasil selengkapnya ada pada catatan khusus Mas Bayu, Bejo, Busu dan Pak Sastro)
Filed under: LAPORAN, Uncategorized | Ditandai: BLOGGER JANAH, DPR KALIMANTAN TENGAH, KOMISI A DPRD BARTIM, KOMISI A DPRD KALIMANTAN TENGAH, PANSUS DPR, PENDIDIKAN KALIMANYTAN TENGAH | 16 Komentar »