AKHIRNYA RANKING SATU

ANANDA YUSUF MUSTAQIM

Begini Nak…..kalaupun Engkau Sayangku tidaklah mendapatkan ranking satu, Abah akan selalu sayang padamu. Tetapi, yang harus Engkau lakukan adalah belajar, belajar dan belajar lagi. Secara terjadwal dan terkoordinasi dengan baik, begitu kata para politikus kita yang sering Abah dengar. Nah…..kalau Engkau sudah lakukan itu, tidak menjadi ranking satu di kelasmu, Abah tetap bangga padamu karena Abah yakin, dengan belajar itu Engkau dapatkan banyak ilmu. Yang pasti, orang bijak berkata, membaca membuka jendela ilmu. Bukalah lebar-lebar jendela ilmu dan masuklah ke rumah  ilmu itu dan lihatlah dengan mata hatimu semua isinya. (Eh….apa  sopan ya masuk lewat jendela ?) Reguk, kuasai semuanya, keserakahan akan ilmu ini tidaklah akan membuatmu menjadi orang yang dibenci. Jangan takut wahai Anakku, Abah selalu mendukungmu.

Walah…..wejangan yang panjang lebar ini memang diperuntukkan khusus bagi Buah Hati-ku yang pertama, dulu ketika Dia berada di kelas 3 SD . Karena, ketika kami pindah ke Kecamatan dari Dusun sana, belahan jiwaku itu menduduki peringkat dua, sedangkan di Dusun selalu berada di puncak.

Wejangan ini sering kuulangi selama bertahun-tahun, terlebih ketika Ananda naik ke kelas 6, ketika frekwensi belajar di rumah malah menurun dikarenakan kebiasaan baru menghinggapinya, ya…main Game. Tidak jarang nada suaraku meninggi ketika Ananda terlalu larut terbuai permainan Game-nya sehingga lupa waktu.

Hari ini, pembagian Rapor di sekolah Ananda. Karena bagi Raport, maka setiap siswa diharuskan membawa nasi bungkus masing-masing anak 2 bungkus untuk acara makan bersama di kelas sebagai perayaan, ya perayaan karena raport dibagikan. Karena Buah Hatiku dua orang di sekolah yang sama, pagi-pagi Bunda menyiapkan 4 bungkus nasi. Koq masing-masing 2 bungkus ? Anak SD apa bisa menghabiskan 2 bungkus nasi ? Jangan salah menafsirkan, 2 bungkus itu, 1 bungkus untuk siswa yang bersangkutan dan bungkus yang satunya lagi untuk dikumpulkan pada wali kelas masing-masing, ya untuk para guru. Jangan salah tafsir lagi, diberikan untuk Bapak dan Ibu Guru itu sebagai pertanda terima kasih para siswa kepada Guru yang senantiasa memberikan bimbingan dan memberikan ilmu kepada para siswa dengan penuh Cinta dan Kasih Sayang.

Pagi ini, seperti biasa aku tetap berangkat ke kantor. Tentunya dengan semangat dan dengan penuh semangat. Sesampainya di kantor-pun dengan semangat melaksanakan tugas-tugas. Di saat sedang istirahat, sempat teringat pada Ananda-ananda yang sedang berada di sekolahnya. Sepertinya tidak akan ada kejutan, paling juga Ananda tetap ranking dua kalaupun mungkin malah turun peringkat mengingat frekwensi belajarnya di rumah menurun.

Singkat cerita, aku pulang kantor, dan Ananda menyambutku dengan senyum penuh kemenangan. Bah…Abah….. “Akhirnya aku ranking satu”.  Akupun senyum senang, senang untuk Ananda. Tetapi, ketika aku melihat raportnya, akupun jadi tersenyum geli. Ternyata, nilai-nilainya turun jika dibandingkan dengan nilai semester sebelumnya. Dalam hati aku berkata,”Ternyata Ananda dapat ranking satu karena saingannya menurun prestasinya melebihi Ananda, bukannya Ananda meningkat prestasinya”. Ini mengingatkan aku akan Film Laskar Pelangi yang diangkat dari Novel karya Andrea Hirata denga judul yang sama, dimana Ical sang tokoh selalu ranking dua karena ada Lintang dan menjadi ranking satu karena Lintang harus meninggalkan sekolah.

Jadwalkan lagi Anakku, disiplinkan lagi belajar di rumah. Apalagi Engaku harus menghadapi UN yang masih dijadikan penentu kelulusanmu nanti, eh sebagai perbandingan prestasimu dengan seluruh siswa se-Indonesia tercinta.

Semangat….semangatlah anakku.

25 Tanggapan

  1. wah selamat ya… calon generasi penerus bangssa nih…..

    ys:> terima kasih, amin…semoga

  2. wah ada-ada saja bapak…. rame (rumah tangga bahagia)
    saya kira juara satu beneran…heee

    ys:> sebenarnya emang ranking satu, cuma prestasinya aja yang turun ya saya anggap belum ranking satu. heee…

  3. Salam Kenal kembali Mas…
    Ternyata kita sama2 ngajar Matematika ya…
    Salam buat keluarga.

    ys:> senang sekali Pak Mars mau mampir, salam juga buat keluarga dan sukses selalu.

  4. selamat buat putranya mas.rupanya game tidak semata-mata penyebab kegagalan dalam belajar,tapi game juga bisa memicu kinerja otak dalam memainkan logika….
    ys:> betul….asal masih bisa terkontrol dan belajar terjadwal.

  5. selamat Pak, semoga selalu meningkatkan prestasinya.
    Salam hangat selalu🙂

    ys:> terima kasih Pak atas dukungannya. Salam sukse selalu.

  6. selamat dan salam kenal (_ _)

  7. Ehem. . . Perlu ditiru nie bagaimana cara mendidik anak.🙂
    ys:> aduh Mas….jadi malu nih.

  8. Terkadang hal beginian saya suka,,untuk pembelajaran terhadap anak saya yang baru kelas 4 SD…😛
    Terimakasih telah bertukar pengalamannya 😀

  9. Senang sekali melihat sosok ayah yang demikian dekat dengan anaknya. Dapat memberi support sehingga anak tetap bersemangat. Ya, tak masalah soal rangking, yang penting dia mendapatkan banyak ilmu. Yah, apalagi bisa rangking satu, lebih membanggakan lagi ya, Pak.

  10. ketelen akismet ya..komentar saya. akismet belum sarapan nih kayaknya🙂

  11. semoga menjadi anak yg berguna bagi bangsa yach🙂
    ys:>amin.

  12. Selamat pak! Mg prestasinya meningkat terus!
    ys:> makasih…Semoga.

  13. wah…, kalau muridnya ada 200, habis gak ya gurunya ????

    hehe…, salam kenal
    ys:> habis dong…dijual, kan nasi bungkus…he..he….salam kenal juga

  14. wah…., selamat ya mas putranya dapet ranking 1, walau karena sainganya pada turun drastis….

    salam kenal dari blogger baru tabalong……
    ys:> salam kenal juga, (jadi malu aku)

  15. selamat ya anandaa
    semoga selalu membanggakan sang ayah dan ibunda🙂
    ys:> makasih Mbak….sukses selalu juga buat Mbak.

  16. selamat ya, semoga putranya bisa tetap berprestasi dan berguna bagi bangsa dan negara..
    ys:> makasih Mbak…. sukses juga buat Mbak.

  17. Seharusnya memang begitulah semangat yang di berikan oleh orang tua.. Bukan dengan paksaan seperti saya:mrgreen: selamat ya pak.. Buat anaknya,, maju terus….😀
    ys> ambil sisi positifnya dong…..semangat…tetap semangat belaja dan belajar lagi.

  18. Selamat buat anaknya.
    Anak saya juga rank 1 tetapi bukan akhirnya. Dari awal rank 1 dan mudah-mudahan gak ada akhirnya.🙂
    ys:> jelas dong ranking satu terus, siapa dulu Bapaknya….!

  19. Selamat ya Pak buat prestasi anaknya,…. semoga bisa dipertahankan,… jika tidak ya ga papa dunk Pak,… ntar malah jadi beban yang harus dipikulnya,……

  20. Selamat ya mas atas prestasi putranya. Top.😆
    ys:>terima kasih, khususnya telah mampir.

  21. Salam kenal dari pendatang baru mas, Selamat buat anandanda ya?
    ys:> Salam kenal juga, tapi kayaknya malah saya yang “pendatang baru’ ya Mbak ?

  22. Selamat ya kak atas prestasi anaknya yang begitu luar biasa, jangan seperti Mariska ini.
    ys:> aduh Dek….kayaknya prestasi jangan cuma diukur dari ranking di sekolah dong, jadi malu nih Kakak.

  23. Assalamu’alaikum, selamat untuk rangking satu putranya, semoga prestasi ini bisa dipertahankan terus. (Dewi Yana)
    ys:> Wa’alaikum salam, terima kasih atas do’anya, Amin.

  24. wah, wejanganyang bagus dan mencerahkan buat putra tersayang, mas yussa. kelasnya sama dengan sang motivator, hehe … selamat atas keberhasilannya putranya menjadi yang terbaik. semoga dia tetap rendah hati dan makin kreatif.

    ys:> semoga, Amin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: