1 Syawal

di atas batu hitam

kurebahkan tubuhku beralaskan tangan

menatap langsung bintang gemintang

semilir angin laut menebarkan aroma khasnya

deburan ombak bersahutan suara takbir

lamat..lamat…menelusuri setiap rongga hati

tiada cahya rembulan malam ini

namun…..

isilah cahya-Mu disetiap raga dan jiwaku

———————————————————————————————————

Ikutan : PUISI CINTA SATU BAITZ

———————————————————————————————————

IMBAS TEKNOLOGI

Peserta Pengimbasan ICT SMP Se- Gunung Bintang Awai

Tanggal 17 Februari 2010, di SMPNN 2 Gunung Bintang Awai dilaksanakan Pengimbasan ICT untuk SMP se kecamatan Gunung Bintang Awai, pertemuan kedua setelah pertemuan pertama dilaksanakan seminggu sebelumnya. Pertemuan sehari ini seharusnya diikuti oleh 5 SMP dan 1 MTs, namun satu SMP tidak bisa mengirimkan peserta dikarenakan keterbatasan guru di sekolah tersebut. Pertemuan yang direncanakan dilaksanakan 3 (tiga) kali ini, diharapkan tiap sekolah mengirimkan 5 peserta ditambah 1 kepala sekolah.

Pengimbasan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Penataran Guru tentang ICT bulan lalu yang dilaksanakan LPMP Kalimantan Tengah dan dari Kecamatan Gunung Bintang Awai sebanyak 5 orang guru sebagai peserta yang pada gilirannya guru-guru inilah sebagai pengimbas ilmu yang telah diterima saat mengikuti pelatihan itu.

Peserta Favorit

Dalam tiga kali pertemuan yang direncanakan, materi yang diberikan yaitu : Pengenalan Komputer, MS Words, EXEL, Power Point, dan Pengenalan Internet. Setiap pertemuan dilaksanakan dari pukul 08.00 hingga pukul 15.00 WIB.

Pada pertemuan kedua ini,  salah satu pemateri mengatakan bahwa Kegiatan ini sebenarnya belumlah bisa dikatakan ‘memberikan keterampilan’ kepada para guru, namun hanyalah memberikan motivasi dan pengenalan kepada para guru akan komputer untuk dapat dimanfaatkan sebagai sebuah Media Pembelajaran nantinya. Pernyataan ini bukanlah tidak beralasan. Materi yang padat itu hanya diberikan dalam waktu singkat. Sementara dari sekian peserta hanya dua atau tiga orang saja yang sudah mengenal komputer dan malah banyak dari peserta itu baru pertama kali berhadapan dengan komputer. Kedalaman materi-pun belumlah memadai, terlebih laptop yang ada hanya satu tiap meja yang diisi oleh rata-rata 4 (empat) orang guru.

Terlepas dari segala kekurangan, dari dua kali kegiatan yang telah terlaksana mendapat sambutan positif dari para peserta dan peran aktif para peserta nampak sampai kegiatan berakhir.

Tulisan terkait :

Mentari Mulai Bersinar

BERSEPEDA NYEBRANG LAUTAN

Istirahat sebentar sambil dokumentasi

Pengalaman ini saya bagikan setelah puluhan tahun tersimpan didalam buku diary (karena dulu belum ada flashdis).

Ketika itu saya masih SMA, saat dimana masih memiliki semangat yang tinggi, power yang mengagumkan dan jiwa petulangan yang menggebu.

Bersama teman-teman yang tergabung didalam PMR (Palang Merah Remaja) SMA kami, setelah pelantikan anggota baru mengadakan perjalanan perkemahan. Rencana ini telah dibicarakan dan di putuskan kemah di Pulau Seliu, sebuah pulau kecil berpenghuni Selatan Pulau Belitung. Kala itu, kami yang berdomisili di Tanjung Pandan, ibukota Kabupaten Belitung’ jaraknya kurang lebih 90 km dari Pulau Seliu. Transportasi yang akan kami gunakan adalah ‘sepeda’. Teman-teman yang cantik-cantik ikut juga, tetapi para pejantan harus rela membonceng dan membuktikan ‘keperkasaannya’ dalam menggoes sepeda sejauh itu.

Hari yang ditentukan tiba, kami berkumpul di rumah Erwin, tempat strategis untuk berkumpul dan mengawali petualangan kami. Jam 06.30 WIB semua partisipan sudah berkumpul, di awali dengan do’a bersama sepedapun mulai kami goes. Kring…kring..goes..goes.  Masih pagi, udara segar masuk kedalam paru-paru tanpa dibatasi apapun sehingga perlahan tapi pasti jalanan ditelusuri. Kegembiraan jelas tergambar dari para peserta yang terlihat dengan nyanyian bersama dan gurauan ikut meluncur dan berputar seiring perputaran ban sepeda kami.

Ketika jam menunjukkan pukul 10.30 WIB, kelelahan mulai nampak di wajah para ‘pembonceng’ sehingga kami putuskan istirahat sebentar di jalan yang mulai jarang di lewati kendaraan untuk mengurangi rasa lelah. Bekal yang memang sudah dipersiapkan kami santap bersama. Nikmat…benar-benar nikmat, walaupun dengan lauk seadanya.

Setengah jam berlalu, kami rasa cukup waktu istirahat mengingat jarak yang akan ditempuh sudah tidak terlalu jauh.  Perjalanan dilanjutkan dengan semangat…semangat…..semangat.

Akhirnya pada pukul 13.15 WIB kamipun sampai di pantai dan Pulau Seliu tampak di lautan sana. Sangat kebetulan dan nasib baik berfihak kepada kami, di pantai masih ada sebuah kapal nelayan yang belum pulang ke Pulau Seliu. Setelah tawar menawar sebentar, kamipun bisa menyeberang ke Pulau Seliu, sepeda kamipun ikut naik kapal kecil nelayan menuju ‘sasaran’ pada ekspedisi kami kali ini. Jadilah sepeda kami menyeberang lautan.

(Bersepeda ikut memeriahkan Pengalaman Mengesankan Bersepeda, Isro-m.com)

KEBERANIAN SANG ‘SUHU’

Malam ini, Senin 8 Februari 2010 pukul 20.30 WIB, Busu mengantarkan Pak Sastro beserta Bu Sastro ke rumah makan Adinda di Ampah. Apa pasal ? Bertindak selaku Ojek sepeda motor, Busu membawa 2 buah koper milik Pak Sastro dan Bu Sastro yang akan berangkat menuju Banjarmasin jam 22.00 WIB.

Keberangkatan Pak Sastro dan Bu Sastro ini berkaitan dengan penyerahan penghargaan ITSF yang akan di terima Pak Sastro di Jakarta pada tanggal 11 Februari 2010 yang akan datang.(seperti pada Don’t Be Sad)

Tadinya Pak Sastro memang merasa kecewa karena Bu Sastro tidak diijinkan Kepala Sekolahnya, namun berkat dorongan para Blogger yang sangat besar akhirnya Pak Sastro menggunakan pepatah Biarlah Anjing Menggonggong, Kafilah Tetap Berlalu., walaupun Pak Sastro menyangkal untuk menggunakan peribahasa ini, saking menghormati Kepala Sekolahnya, dan takut ada teman-temannya yang mengartikan langsung peribahasa itu.(baca di tautan peribahasa di atas).

Selamat Pak Sastro, selamat menuju penganugerahan ITSF, selamat di jalan, selamat selama dalam perjalanan, selamat hingga kembali ke Ampah. Minta oleh-oleh, laporan perjalanan ini di blog sepulang nantinya. Bagikan pengalaman berharga ini kepada saya, ‘Busu’ yang masih harus banyak belajar ini.

Tulisan terkait di Blog Pak Sastro yang lain.

DIALOG DENGAN DPR

Tanggal 2 Februari 2010 pukul 19.35 WIB, telpon Busu berdering. Ternyata Mas Bayu yang telpon dan memberitahukan rencana berangkat ke Tamiang Layang Pukul 20.00 nanti. Waduh….berarti 25 menit lagi, mendadak sekali ? Ada apa gerangan ?

Karena rasa ingin tahu yang menggebu-gebu, Busu buru-buru menuju kediaman Pak Sastro sekedar menanyakan rencana perjalanan mendadak ini dan apa saja perlengkapan yang harus dibawa.

Setibanya di kediaman Pak Sastro, ternyata beliau telah siap berangkat dengan mengenakan jaket rompi kebanggaan karena ada logo WMS yang dibordir berwarna kuning sehingga tampak kontras dengan rompinya yang hitam kelam itu.

Tidak perlu membawa apa-apa, karena ke Tamiang Layang cuma acara silaturrahmi dan ‘ngobrol’ tanpa topik pasti ataupun tersusun dalam jadwal acara ini.

Karena tidak perlu persiapan yng lama, maka Busu buru-buru balik dan bersiap-siap untuk berangkat. Tak lupa kamera kecil samsung kesayangan Busu juga akan ikut perjalanan ini.

Tak lama berselang, Pak Sastro sudah mampir dan kamipun berangkat menuju rumah “Pak De Mansyur” seorang sesepuh yang kami hormati. Sebelumnya kami menyempatkan mampir ke kediaman Mas Bayu dan berangkat bareng. Setibanya di kediaman “Pak De Mansyur” ternyata Pak Bejo sudah menunggu kami. Waktu sudah menunjukkan pukul 19.45 WIB. Karena jarak yang akan kami tempuh kurang lebih 50 km yaitu jarak Ampah-Tamiang Layang, kami segera pamit dengan “Pak De” untuk segera berangkat dan mohon ijin pinjem mobilnya. Ternyata Mas Wowos juga ikut, itu lho…Ki Dalang milik Barito Timur yang memang berdomisili di Ampah juga. Ya..waktu hampir menunjukkan pukul 20.00 WIB, kamipun berangkat menuju Tamiang Layang.

Pak Bejo yang bertindak selaku joki dengan santai menyusuri jalan yang sesekali berpapasan dengan truk dan pengendara sepeda motor. Pak Sastro duduk disampingnya menguraikan maksud keberangkatan ini yaitu silaturrahmi dengan Anggota DPRD Propinsi Kalimantan Tengah Komsi A di rumah Dinas Bapak Anton Kusdarmanto, Wakil Ketua DPRD Barito Timur.

Kurang lebih 20 km perjalanan, hujan turun dengan lebatnya kadang-kadang disertai guntur menggelegar dan kilat menyambar. Keadaan seperti ini membuat Pak Bejo mengurangi kecepatan dan memasang mata dengan fokus mengingat air hujan cukup menghalangi pandangan terhadap jalan.

Dengan kondisi ini, hujan yang tiada henti hinga sampai di kediaman Bapak Anton Kusdarmanto yang memang sudah menunggu kami. Di sini rupanya Pak Amir Fatah, orang kepercayaan Pak Anton Kusdarmanto di PAN, partai yang membawa Pak Anton duduk di kursi DPRD Barito Timur telah hadir lebih dulu.

Berbasa-basi sebentar, kemudian Pak Anton berangkat menjemput Pak IMAM MARDANI dan HABIB ISMAIL, yang tadi Busu sudah ceritakan Anggota DPRD Propinsi Kalimantan Tengah Komisi A. Tidak memakan waktu lama, sepertinya tidak jauh menjemput beliau itu, rombongan yang ditunggu tiba, ditambah dengan Pak H.AHMAD HUZAIRIN, anggota DPRD Bar-Tim juga di Komisi A. Lengkap sudah.

Dengan ramah, Pak Imam Mardani mengenalkan dirinya dan Habib Ismail. Kemudian, Pak Sastro dengan gaya khasnya juga mengenalkan kami satu persatu dan langsung ‘nyambar’ saja membuka cerita tentang Pendidikan di Kalimantan Tengah, dan khususnya di Barito Timur, terkhusus lagi di Ampah Dusun Tengah tempat kami berdomisili. Tanggapan positif dari Pak Imam Mardani meluncur dengan tertata, khas politikus seperti di televisi. Obrolan ini diselingi juga dengan canda ringan tidak lupa kopi dan kue ‘gaguduh tiwadak’ perlahan tapi pasti mulai masuk tenggorokan. Pak Sastro tidak membuang kesempatan, mengenalkan diri sebagai ‘pemenang kedua ITSF’ sebagai wakil dari Pendidik Dusun  Tengah, Barito Timur, Kalimantan Tengah. Senyum bangga sempat Busu lihat dari sosok Pak Imam Mardani mendengar prestasi Pak Sastro. Inilah sosok seorang wakil rakyat…..wakil rakyat.

Sampai pada gilirannya, Mas Wowos angkat bicara. Dengan gaya bicara Arjuno, Mas Wowos bertutur menunjukkan kepiawaiannya berwayang. Ternyata, Pak Imam Mardani yang juga warga Kalimantan keturunan Jawa menyambut baik adanya perkumpulan seni khususnya Wayang ini.  Bahkan beliau bersedia memfasilitasi perkembangan perkumpulan seni ini yang nantinya akan menjadi pusat seni Barito Timur.

Jam sudah menunjukan pukul 23.10 WIB, Mas Bayu yang sedari tadi mendengarkan dengan serius obrolan ini sudah terlihat mulai mengantuk. Tak disangka, Mas Bayu mengambil rokok dan menyulutnya, padahal Mas Bayu bukanlah perokok. O…..bigitu, pastilah untuk mengusir kantuknya. Maklum, udara dingin malam hari yang sedang turun hujan memang membawa angan dan keinginan untuk segera terbang ke alam mimpi.

Sampailah giliran Pak Bejo ikut membuka pembicaraan. Dengan gaya seorang ‘anggota DPR’ juga, tetapi gayanya aja yang dipinjam, Pak Bejo mulai bercerita tentang aktifitas para blogger Ampah yang sedang berkembang. Mengingat blogger ‘JANAH berpusat di SMA N 1 Dsun Tengah dan para siswanya juga terlibat banyak didalamnya, Pak Imam Mardani dan Habib Ismail cukup terkesan. Beliau juga memberikan dukungan penuh kepada para Blogger untuk dapat menyuarakan Pembangunan di Kalimantan Tengah khususnya bidang Pendidikan. Demikian pula dengan H. Ahmad Huzairin selaku anggota DPRD Bar-Tim komisi A dan Pak Anton Kusdarmanto sang Tuan Rumah sekaligus menyandang beban Wakil Ketua DPRD Bar-Tim. Guyonan-guyonan Habib Ismail yang menyegarkan membawa kami larut dalam situasi penuh keakraban dan kekeluargaan. Tak  terasa, jam berdentang 12 kali, tengah malam sudah tiba. Mengingat kami harus pulang ke Ampah, obrolan diharuskan terhenti dan kamipun harus berpisah. Hujan mulai reda walaupun masih gerimis mengantarkan kami kembali ke Ampah. Perjalanan pulang ini terasa cepat, dan Busu tiba di rumah pada saat jam sudah menunjukkan pukul 02.00 dinihari.

(Tulisan ini sudah di sensor dan hasil selengkapnya ada pada catatan khusus Mas Bayu, Bejo, Busu dan Pak Sastro)

MENTARI MULAI BERSINAR

Paket Hadiah

Kalau tidur di malam hari bertemu bidadari, tentulah hanya mimpi. Kalau tidur di siang hari nemu dompet  di jalan dan isinya penuh, akh…itu hayalan terbawa tidur. Namun…adakah manusia yang belum pernah tidur dan bermimpi ?

Kali ini Busu memang ingin cerita tentang mimpinya yang selalu berulang, baik saat tidur maupun bangun. Ya… sudah saatnya setiap sekolah memiliki fasilitas yang namanya komputer  , dan para siswa bisa belajar TIK tidak hanya menonton laptop milik gurunya. Sudah saatnya siswa bisa belajar sambil melihat materi pelajaran yang diramu melalui power point dan nampak di dinding menggunakan LCD Proyektor. Inilah mimpiku, aku…Busu….., sering mengimpikan ini buat membuka mata anak-anak di Desa seperti daerah kami.

Kemarin, Bapak Kepala Sekolah yang bijaksana, beserta dua orang guru mengikuti pelatihan multimedia di Palangkaraya, ibukota Propinsi. Entah siapa yang menyelenggarakan pelatihan itu, karena dengan kebijaksanaan Bapak Kepala Sekolah, kami jarang mendapatkan informasi yang jelas. Ketika beliau berangkatpun, hanya beberapa orang guru yang diberitahu.

Selama tiga hari pelatihan, pulang-pulang Bapak Kepala Sekolah membawa oleh-oleh 3 (tiga) buah Laptop dan 1 (satu) Printer ditambah 1 (satu) LCD Proyektor.  Ketika saya bertanya, katanya sih pemberian dari LPMP Kalimantan Tengah untuk pelaksanaan MGMP Sekolah. Pemberian ini merupakan hadiah yang sangat saya sukai walau sebenarnya bukanlah hak penuh dari SMP kami . Kalau di SD, merupakan hak Gugus katanya.

Saya merasa senang, sepertinya sedikit demi sedikit mimpiku akan menjadi nyata. Walau mungkin masih harus berkata ,’entah kapan’.

Paling tidak, kalau diijinkan Bapak Kepala Sekolah untuk pinjam LCD Proyektor sekali-sekali, akan memberikan warna lain dalam proses belajar mengajar yang nampaknya semakin membosankan bagi siswa yang memiliki motivasi belajar rendah.

Sepertinya “MENTARI MULAI BERSINAR”, walau masih redup, paling tidak akan membuka mata para guru di Desaku yang selama ini dengan terang-terangan mengakui dirinya ‘gaptek’ dengan bangga. Ya…. ‘gaptek’ katanya mirip gaplek….