AKIBAT UJIAN NASIONAL, Rp. 1,3 M “MELAYANG” DI BALI

Di hari pertama UN, hal yang dicatat Kompas salah satunya adalah TERTUKARNYA SOAL UJIAN DAN BANYAKNYA LEMBAR LJUN YANG RUSAK.

Kekisruhan ujian nasional di Karangasem, Bali,  terus berlanjut. Setelah sebelumnya terjadi kasus tertukarnya soal ujian Bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris, ditemukan juga lembar jawaban komputer atau LJK yang rusak di sejumlah sekolah, seperti SMA Negeri 1 Karangasem, SMA PGRI 1 Karangasem, dan MAN 1 Karangasem.

Karena merasa kebingungan, beberapa sekolah memutuskan tetap memakai LJK yang rusak tersebut. “Karena jumlahnya kurang, LJK yang rusak tetap kami pakai,” ujar I Gede Jabang, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Karangasem. Selain LJK rusak, di beberapa sekolah juga ada LJK yang tidak sesuai dengan jumlah siswa atau kurang dari jumlah peserta ujian.

“Jika ada LJK rusak masih ada LJK cadangan, tetapi jika cadangan juga tidak mencukupi, mau enggak mau kami fotokopi,” ujar I Wayan Suasta, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali.  “Nanti setelah LJK yang asli datang, kami beri kesempatan kepada siswa untuk menyalin jawabannya ke LJK asli,” ujarnya.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bali sudah berkoordinasi dengan pengawas ujian sekolah yang bersangkutan untuk memberikan dispensasi tambahan waktu bagi siswa yang terpaksa mengerjakan di LJK fotokopi untuk menyalin di LJK yang asli.

Sebelumnya, Kompas juga mengungkapkan bahwa tertukarnya naskah UN ini , Rp. 1,3 Miliar “Melayang”

Ujian nasional di sejumlah SMA di Kabupaten Karangasem, Bali, terancam diulang. Pasalnya, soal Bahasa Inggris dan Antropologi sudah beredar sebelum ujian dilaksanakan.

Hal tersebut bisa terjadi karena naskah soal Bahasa Indonesia yang diujikan, Senin (22/3/2010), tertukar. Sampul yang seharusnya berisi soal Bahasa Indonesia ternyata berisi soal Bahasa Inggris dan Antropologi. Meski demikian, soal tersebut belum sempat dibagikan kepada siswa. Ujian Bahasa Indonesia pun akhirnya dilakukan sebagian siswa menggunakan soal fotokopi.

Peristiwa tersebut memicu kekesalan Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Kekesalan Pastika ini cukup beralasan karena Pemerintah Provinsi Bali tahun ini telah menggelontorkan dana Rp 1,3 miliar untuk ujian nasional. Namun, ternyata, masih ada kesalahan yang cukup fatal dalam pendistribusian soal.

Pengawalan ketat polisi terhadap naskah soal ujian nasional ternyata tak sepenuhnya menjamin soal tidak bocor ke lapangan. Pastika juga menyalahkan pihak percetakan yang dianggap lalai saat memasukkan naskah ke dalam sampulnya sesuai mata ujian.

Kejadian seperti ini tidak seharusnya terjadi mengingat Indonesia telah berpengalaman dalam melaksanakan UN yang melibatkan banyak unsur dan melalui pengawalan Polisi yang sangat ketat. Semoga manfaat UN yang dilaksanakan secara NASIONAL ini dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat bukan hanya kalangan tertentu saja. Amin.

(isi postingan ini hanyalah kopi paste dari KOMPAS.COM tertanggal 22 Maret 2010.)

15 Tanggapan

  1. Mohon ijin mengamankan yg pertama dulu ya!
    ys:> Dipersilakan…

  2. Ya begtlah yg namanya manusia pasti ada khilafnya, hanya kalau itu bener2 terjadi sungguh keterlaluan!
    ys:> berarti…keterlaluan ya Gus….

  3. wah, mebahyakan, selalu saja ada hal yang kurang pas walaupun tel dipersiapkan sebaik mungkin

  4. memang sgt ironis, dana yg besar hasilnya seperti dana yg pas2an. kok bisa LKJ yg rusak masih dipake jg.. gmn nanti jawaban siswanya bisa kebaca? kan yg rugi siswannya. dari tahunn-ketahun slalu saja terjadi seperti ini. banyak kecurangan, soal ketukar, joki, soal bocoran, jawaban bocoran, dll.. inikah potret pendidikan indonesia? gmn bisa maju klo masih seperti ini dan slalu saja di ulang-ulang.. payah..😀

  5. Wah tiap tahun ada aja masalahnya UN ini ya pak.,

    Ngomong2 waktu saya UN dulu jg dpt kunci jawaban pak lwt sms., kbetulan kunci jawabannya benar., hi..,hi😀

  6. miris melihatnya…😦
    selalu aja ada masalah.. kenapa tidak pernah belajar dr pengalaman2 sebelumnya…..
    apakah ada yg salah dengan petugas UN itu ? padahal dana yg dikeluarkan juga tidak sedikit kan…

  7. Assalamu’alaikum, dengan kejadian ini, semoga pelaksanaan UN yg akan datang, tidak terjadi lagi, kuta sebagai manusia, harus bisa belajardari pengalaman (Dewi Yana)

  8. Kalo harimau jatuh dalam perangkap yg sama, berarti harimau bego.
    Kalo manusia mengulangi kesalahan yang sama, berarti dia GOBLOK.
    Kalo pemerintah mengulangi peristiwa yang sama, berarti pemerintah bijaksana karena sudah biasa menangani hal yang sama. Semakin hari saya makin memuji pemerintahan SBY yang luar biasa baiknya. Hebat, LANJUTKAN!!!!!!!

  9. Selalu ada saja hal yg tidak beres.
    Harap saja anak2 kita tidak dikorbankan.

  10. wah, miris sekali dengernya, pak..
    kasihan anak2 yg ngikutin UN itu ya..
    pasti konsentrasi mereka terganggu….hehehe
    semoga masalah ini cpt selesai dan tdk terulang lagi di tahun berikutnya….🙂

    *slm knl dan mksih sdh mampir di blog saia*

  11. […] dari smadav-pro. Bagaimana kabar kominitas Janah yang lain, seperti Bapak, Kak Bayu, Om Akhta, OM Yusman, Om Agung,Om Zarod, Om Anam, Pak Polisi, smaduta,wms-kita, asep, adit, wieta, galih, […]

  12. semoga anak2 yg lagi menghadapi UAn bs lu2s dg nilai yg maksimal…amien….

    salam sayank….

  13. semoga kejadian ini dpt diambil hikmahnya,
    agar tdk terjadi lagi diwaktu2 mendatang
    salam

  14. senang rasanya masih bisa berkunjung di rumah sahabat di akhir pekan ini, salam dari kalimantan tengah 00:16

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: