RACUN……KENALILAH !

FOTO DIPINJAM DARI : kumpulan foto cewek mabok

Beberapa waktu yang lalu, di televisi disiarkan “mati massal” akibat minum minuman keras oplosan yang berawal dari pesta miras. Memang aneh manusia ini, seandainya mereka adalah muslim tentunya tahu kalau minum minuman keras itu hukumnya haram karena menimbulkan mudharat. Gak Percaya ? Mereka yang mati itulah contohnya. Anehnya lagi, ada seorang tokoh masyarakat, pimpinan daerah (tidak akan disebutkan disini), memimpin warganya pesta miras dan telah menjadi korban meninggal dunia.

Kematian karena minum minuman keras oplosan saat ini tidaklah sedikit korbannya. Namun, saat ini saya bukanlah ingin menyampaikan masalah tersebut sebagai intinya, namun racun yang harus kita kenali.

KACANG MERAH

Beberapa racun pada tanaman pangan atau racun yang terkandung dalam tanaman pangan dengan gejala keracunan adalah sebagai berikut.

Racun alami pada tanaman pangan dan pencegahan keracunannya

1. Kacang merah (Phaseolus vulgaris)

Racun alami yang dikandung oleh kacang merah disebut fitohemaglutinin (phytohaemagglutinin), yang termasuk golongan lektin. Keracunan makanan oleh racun ini biasanya disebabkan karena konsumsi kacang merah dalam keadaan mentah atau yang dimasak kurang sempurna. Gejala keracunan yang ditimbulkan antara lain adalah mual, muntah, dan nyeri perut yang diikuti oleh diare. Telah dilaporkan bahwa pemasakan yang kurang sempurna dapat meningkatkan toksisitas sehingga jenis pangan ini menjadi lebih toksik daripada jika dimakan mentah. Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya keracunan akibat konsumsi kacang merah, sebaiknya kacang merah mentah direndam dalam air bersih selama minimal 5 jam, air rendamannya dibuang, lalu direbus dalam air bersih sampai mendidih selama 10 menit, lalu didiamkan selama 45-60 menit sampai teksturnya lembut.

2. Singkong

Singkong mengandung senyawa yang berpotensi racun yaitu linamarin dan lotaustralin. Keduanya termasuk golongan glikosida sianogenik. Linamarin terdapat pada semua bagian tanaman, terutama terakumulasi pada akar dan daun. Singkong dibedakan atas dua tipe, yaitu pahit dan manis. Singkong tipe pahit mengandung kadar racun yang lebih tinggi daripada tipe manis. Jika singkong mentah atau yang dimasak kurang sempurna dikonsumsi, maka racun tersebut akan berubah menjadi senyawa kimia yang dinamakan hidrogen sianida, yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Singkong manis mengandung sianida kurang dari 50 mg per kilogram, sedangkan yang pahit mengandung sianida lebih dari 50 mg per kilogram. Meskipun sejumlah kecil sianida masih dapat ditoleransi oleh tubuh, jumlah sianida yang masuk ke tubuh tidak boleh melebihi 1 mg per kilogram berat badan per hari. Gejala keracunan sianida antara lain meliputi penyempitan saluran nafas, mual, muntah, sakit kepala, bahkan pada kasus berat dapat menimbulkan kematian. Untuk mencegah keracunan singkong, sebelum dikonsumsi sebaiknya singkong dicuci untuk menghilangkan tanah yang menempel, kulitnya dikupas, dipotong-potong, direndam dalam air bersih yang hangat selama beberapa hari, dicuci, lalu dimasak sempurna, baik itu dibakar atau direbus. Singkong tipe manis hanya memerlukan pengupasan dan pemasakan untuk mengurangi kadar sianida ke tingkat non toksik. Singkong yang umum dijual di pasaran adalah singkong tipe manis.

3. Pucuk bambu (rebung)

Racun alami pada pucuk bambu termasuk dalam golongan glikosida sianogenik. Untuk mencegah keracunan akibat mengkonsumsi pucuk bambu, maka sebaiknya pucuk bambu yang akan dimasak terlebih dahulu dibuang daun terluarnya, diiris tipis, lalu direbus dalam air mendidih dengan penambahan sedikit garam selama 8-10 menit. Gejala keracunannya mirip dengan gejala keracunan singkong, antara lain meliputi penyempitan saluran nafas, mual, muntah, dan sakit kepala.

4. Biji buah-buahan

Contoh biji buah-buahan yang mengandung racun glikosida sianogenik adalah apel, aprikot, pir, plum, ceri, dan peach. Walaupun bijinya mengandung racun, tetapi daging buahnya tidak beracun. Secara normal, kehadiran glikosida sianogenik itu sendiri tidak membahayakan. Namun, ketika biji segar buah-buahan tersebut terkunyah, maka zat tersebut dapat berubah menjadi hidrogen sianida, yang bersifat racun. Gejala keracunannya mirip dengan gejala keracunan singkong dan pucuk bambu. Dosis letal sianida berkisar antara 0,5-3,0 mg per kilogram berat badan. Sebaiknya tidak dibiasakan mengkonsumsi biji dari buah-buahan tersebut di atas. Bila anak-anak menelan sejumlah kecil saja biji buah-buahan tersebut, maka dapat timbul gejala keracunan dan pada sejumlah kasus dapat berakibat fatal.

5. Kentang

Racun alami yang dikandung oleh kentang termasuk dalam golongan glikoalkaloid, dengan dua macam racun utamanya, yaitu solanin dan chaconine. Biasanya racun yang dikandung oleh kentang berkadar rendah dan tidak menimbulkan efek yang merugikan bagi manusia. Meskipun demikian, kentang yang berwarna hijau, bertunas, dan secara fisik telah rusak atau membusuk dapat mengandung kadar glikoalkaloid dalam kadar yang tinggi. Racun tersebut terutama terdapat pada daerah yang berwarna hijau, kulit, atau daerah di bawah kulit. Kadar glikoalkaloid yang tinggi dapat menimbulkan rasa pahit dan gejala keracunan berupa rasa seperti terbakar di mulut, sakit perut, mual, dan muntah. Sebaiknya kentang disimpan ditempat yang sejuk, gelap, dan kering, serta dihindarkan dari paparan sinar matahari atau sinar lampu. Untuk mencegah terjadinya keracunan, sebaiknya kentang dikupas kulitnya dan dimasak sebelum dikonsumsi.

6. Tomat hijau

Tomat mengandung racun alami yang termasuk golongan glikoalkaloid. Racun ini menyebabkan tomat hijau berasa pahit saat dikonsumsi. Untuk mencegah terjadinya keracunan, sebaiknya hindari mengkonsumsi tomat hijau dan jangan pernah mengkonsumsi daun dan batang tanaman tomat.

7. Parsnip (semacam wortel)

Parsnip mengandung racun alami yang disebut furokumarin (furocoumarin). Senyawa ini dihasilkan sebagai salah satu cara tanaman mempertahankan diri dari hama serangga. Kadar racun tertinggi biasanya terdapat pada kulit atau lapisan permukaan tanaman atau di sekitar area yang rusak. Racun tersebut antara lain dapat menyebabkan sakit perut dan nyeri pada kulit jika terkena sinar matahari. Kadar racun dapat berkurang karena proses pemanggangan atau perebusan. Lebih baik bila sebelum dimasak, parsnip dikupas terlebih dahulu.

8. Seledri

Seledri mengandung senyawa psoralen, yang termasuk ke dalam golongan kumarin. Senyawa ini dapat menimbulkan sensitivitas pada kulit jika terkena sinar matahari. Untuk menghindari efek toksik psoralen, sebaiknya hindari terlalu banyak mengkonsumsi seledri mentah, dan akan lebih aman jika seledri dimasak sebelum dikonsumsi karena psoralen dapat terurai melalui proses pemasakan.

9. Zucchini (semacam ketimun)

Zucchini mengandung racun alami yang disebut kukurbitasin (cucurbitacin). Racun ini menyebabkan zucchini berasa pahit. Namun, zucchini yang telah dibudidayakan (bukan wildtype) jarang yang berasa pahit. Gejala keracunan zucchini meliputi muntah, kram perut, diare, dan pingsan. Sebaiknya hindari mengkonsumsi zucchini yang berbau tajam dan berasa pahit.

10. Bayam

Asam oksalat secara alami terkandung dalam kebanyakan tumbuhan, termasuk bayam. Namun, karena asam oksalat dapat mengikat nutrien yang penting bagi tubuh, maka konsumsi makanan yang banyak mengandung asam oksalat dalam jumlah besar dapat mengakibatkan defisiensi nutrien, terutama kalsium. Asam oksalat merupakan asam kuat sehingga dapat mengiritasi saluran pencernaan, terutama lambung. Asam oksalat juga berperan dalam pembentukan batu ginjal. Untuk menghindari pengaruh buruk akibat asam oksalat, sebaiknya kita tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung senyawa ini terlalu banyak.

Demikian info kali ini, semoga dapat bermanfaat.

(Info ini di ambil dari : RACUN ALAMI TANAMAN PANGAN)

22 Tanggapan

  1. waduh ternyata di dalam makanan sehat banyak terkandung racun…
    ys:> gak papa Mbak, kalu udah kenal bisa di tanggulangi kan.

  2. untrung semua ada caranya untuk mengurangi kadar racun, tapi gak sebahaya tanaman kecubung ya pak, ada racun apa ya pada tanaman kecubung

  3. wah, yg sering aku makan ternyata mengandung racun juga to…😦

  4. siippp bangen infonya…maklum saya suka makanan alani Pak

  5. Salam sukses juga
    dan Salam hangat selalu

  6. Sangat bermanfaat Pak,,artikelnya pasti banyak yg memerlukan

  7. Sukses dan Pissss
    Salam DamaiπŸ˜›

  8. I like your article and all the great tips that are mentioned on it, it has really helped out. Thanks for share the information.
    I hope you can visit my blog http://vulkanisir.info and give me suggestion.
    Thanks again.

  9. Info bermanfaat sekali, Mas. Wah, ternyata yang sering makan juga mengandung racun.

  10. makasih infonya pak… semoga bisa bermanfaat buat saya dan semua pembaca.. πŸ˜€

  11. wahhh makasih mas infonya..
    tidak hanya info namun juga diberikan cara gimana mengurangi racun tsb…
    kebetulan suka makan singkong dan kacang merah..

  12. wah, terima kasih banget share infonya nih, mas yussa. selama ini saya ndak pernah paham ttg kandungan racun pada makanan semacam itu, mesti waspada dan hati2 nih.

  13. blogwalking…..
    trus gmn dunk solusina?kok dimakanan yg qt makan sehari2 tu ternyata mengandung racun kek gt? -_-!

    salam sayank….

  14. Ternyata yang jadi bahan makananpun masih mengandung racun ya….

  15. thx ya buat infonya, mulai sekarang harus lebih hati2 dalam memilih makanan

  16. semua itu jenis makanan yang aku suka

  17. wah terimakasih untuk informasinya pak .. sangat membantu sekali … mau tanya pak .. kalau BARAM ,,, Minuman buatan Asli Khas Dayak Kalimantan Tengah … pernah nggak mendengar Bapak orang keracunan gara2 minum Baram ??

  18. ini informasi bagus Semoga kita ga salah makan. dan mengkonsumsi dengan benar.salam sehat selalu

  19. hai…thanx infonya…
    salam kenal…

  20. […] tanyakan kepada, Pak Akhta, Pak Bayu, Pak Yusami, Pak Wowos, Pak Nasir, Pak Anam dan para senior komunitas JANAH -1.803390 […]

  21. waduh…kok rata-rata ada dimakanan yang saya suka??😦

  22. Ah, makasih infonya.πŸ™‚
    Emang alam ini menyediakan segalanya ya, mulai dari yang baik seperti gizi dan vitamin, sampai yang mematikan seperti racun.πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: