PENJUMLAHAN YANG KELIRU

Gambar di ambil dari sini.

Bukan hal baru di dunia matematika, banyaknya kekeliruan yang sering di anggap biasa. Baik kekeliruan penyampaian konsep matematika oleh guru kepada siswa maupun kekeliruan pemahaman konsep oleh siswa di sebabkan matematika dasar yang tidak diserap siswa dengan benar.

Konsep-konsep aritmetika yang sangat keren dapat disampaikan dengan warna yang lain sehingga membuat ketertarikan siswa sangat tinggi terhadap matematika seperti yang sering ditampilkan oleh Pak Agus Nggermanto dalam APIQ : Matematika Kreatif Aritmetika Quantum.
Adalah si Palui dan Garbus yang hidup di zaman BAHEULA , tidak pernah makan bangku sekolah karena telah dimakan rayap duluan, namun merasa dirinya adalah orang yang jago berhitung. Karena perasaan senasib inilah, Palui dan Garbus menjadi dua orang yang saling mengerti dan menghargai. Ikutilah percakapan mereka :

Gambar dipinjam dari Cakhadi.

“Bus, hari ini kita adakan test berhitung, berani gak…?” tanya Palui.

“Boleh, tetapi ada syaratnya,” jawab Garbus.

“Apa syaratnya?,” tanya Palui bersemangat.

“Soal yang diberikan haruslah soal yang sulit dan bisa menunjukkan kompetensi kita Lui, fahammmmm,” Garbus menjawab filosofis dan sok menggurui.

“OK deh, tapi dikau duluan yang memberikan pertanyaan. Biar daku semakin memahami kompetensimu,” Palui tidak mau kalah.

“Sip, 1 + 1 berapa Lui…?” tanya Garbus.

“Hiiyaaaa laaaah, itu mah guampang Bus, empat” jawab Palui dengan enteng, cepat dan pasti.

“Jelaslah dapat dijawab dengan cepat, soal yang kuberikan gampang sih, coba giliranmu berikan pertanyaan !” Garbus kemudian.

“10 + 10 berapa ? Ini pasti pertanyaan sulit” tanya Palui dengan sombongnya.

Lama Garbus berfikir sambil memegang jidatnya yang bagaikan lapangan bola itu dan sesekali memencet jidatnya layaknya orang sedang berfikir keras.

Kemudian,”Tiga Lui, pasti tiga jawabannya,” jawab Garbus dengan tegas setelah berhitung agak lama.

“Ya….pasti dapat dah jawabannya kalau dipikirkan lama-lama seperti tadi,” Palui merasa kalah.

Bukan mustahil kejadian seperti ini masih terjadi di dunia ini, khususnya di dunia entah kemana yang sedang kuciptakan di sini.

==================================================================================

Mohon maaf bila terdapat kesamaan nama, tempat maupun kejadian, karena ini tiada unsur kesengajaan. Sesungguhnya hal ini hanya dikhususkan bagi orang-orang yang sedang ingin mencari sesuatu buat menambah perbendaharaannya sebelum mengajar. He..he..he….

15 Tanggapan

  1. Kalau 1 + 10 kayaknya 1…

  2. doh, kok bisa? mungkin sama2 mabuknya kali, mas yusa, haks. dalam soal beginian, pak mar paling jago!

    ys: he..he.. maaf Pak, emang lagi mabok nih, he..he…

  3. kada kawa di jumlah oleh kada – da sama denganya … Palui ai .. wan Garbus ai … heee …
    minik tu pang tupisng kapala lintuhut mamikiri mun manambah kada-da sama denganya … heee …

  4. nah kam … mamalui pulang Bapak lah … waduh ada usulan nih pak .. coba buat negeri palui ja pak .. heee.

    ys: usul diterima, dan rencananya “negeri Palui” berada di FORUMBORNEO, bagaimana ? Setuju ?

  5. Sebenarnya palui dan garbus itu orang cerdas. Dia paham betul makna kata “kompetensi” yang hanya dipahami oleh orang cerdas atau berprofesi sebagai guru.😀

    ys; kira-kira begitu Pak, tapi belum pasti sih. maklum Pak, saat ini memang banyak orang pintar dan berkompetensi tinggi namun tidak bisa menjumlahkan hitungan mudah , ya seperti Palui ama Garbus, masa sih…?

  6. kalau lihat foto garBUSH, weh sepertinya ceritra itu bisa terjadi beneran, karena garbush gak ngarti kompetensi

    ys: he..he..he…. ya iya lah…!

  7. “Nice artikel, inspiring ditunggu artikel – artikel selanjutnya, sukses selalu, Tuhan memberkati anda, Trim’s :)”

  8. Kasian si Palui nggak pernah menang…

    ys: nanti kalo dah jadi Negeri Palui, dia selalu pemenangnya.

  9. bingung-bingung-bingung💡

    ys: iya sih…..

  10. yang nanya sama yang ditanya aneh ya. hmmm , tapi cukup mengelitik

    ys: syukur deh kalo tergelitik, hi..hi…

  11. lha ini malah mempersulit suatu hal yang mudah. saya sampe berpikir keras kenapa jawabannya seperti itu.

    ys: anu Ndor…..ya gitu deh….

  12. kadang yang kelihatannya mudah ternyata sulit, begitu juga sebaliknya

  13. gak mudheng dan bingung sekaligus😦
    salam

  14. tiap kesini selalu ada si palui sama garbus….., penulisnya juga ya yang di koran ntu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: