SEBUAH PERJALANAN

PERJALANAN

Tadi siang Cuit nampak murung sekali dan mukanya begitu cemberut dan berkerut-kerut seperti jeruk purut. Tanpa berkata apa-apa dia duduk sendirian di kursi pojok kamarnya. Melihat “penampilan” kakaknya seperti itu, Ciut lalu menghampiri ibunya.

“Bu, dari tadi saya lihat Cuit nampak cemberut dan kelihatan gusar. Saya jadi takut Bu, ini tidak seperti biasanya,” kata Ciut kepada ibunya.

“Ada apa sih sebenarnya ? Apa yang sedang terjadi ?” tanya Ibunya terheran-heran.

“Entahlah Bu, Dia begitu setelah tadi pagi selesai mengaji,” Ciut serius.

“Sudahkah Engkau tanyakan kepada kakakmu ,Sayang ? Apa gerangan yang terjadi ?” tanya Ibu lagi.

“Belum Bu, saya jadi takut untuk bertanya,” jawab Ciut. Memang diberi nama Ciut dikarenakan ia memang penakut, nyalinya selalu ciut.

Baca lebih lanjut

Iklan

SEJARAH YANG TERBUANG ?

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Entah darimana saya dapat kalimat itu untuk pembuka postingan hari ini, rasa-rasanya pernah mermbacanya.

Berawal dari nonton berita di TV yang menyiarkan, anak angkat Ibu Inggid ingin melelang Surat Nikah dan Surat cerai Ibu Inggid dengan Bung Karno , Sang Proklamator serta beberapa barang-barang yang lain. Kalau memang benar Surat itu pernah di hargai Rp. 2 Milyar oleh “orang asing” yang berminat membelinya untuk koleksi museum di negara mereka, tentunya lelang ini akan “rame” dan mudah-mudahan akan terjual dengan harga yang lebih tinggi dari tawaran sebelum ingin dilelang. Seandainya telah laku terjual dengan harga tinggi, apakah Indonesia tidak merasa kehilangan sebuah bukti sejarah ?

Akh……, mungkin kita memang belum mampu menghargai jasa pahlawan kita walaupun setiap Senin pagi. (terutama kami) di sekolah selalu mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan. Ya….sepertinya hanya cukup dengan mengheningkan cipta tanpa mampu berbuat lebih. Dalam semangat 65 tahun kemerdekaan kita, saya merasa cukup prihatin dengan ide melelang benda-benda berharga milik Sang Proklamator.

Saya tidak tahu siapa sebenarnya yang berwenang untuk merawat dan mejaga aset tersebut, namun sungguh disayangkan apabila benar-benar terjadi, benda-benda bersejarah itu berpindah tangan bahkan berpindah ke luar negeri. Semoga saja ini tidak terjadi karena anak cucu kita nantinya perlu juga melihat bukti sejarah bukannya mereka juga harus mengetahui sejarah bangsanya ?

BLOG GRATISAN

NANI’S BLOG

BELAJAR IPA DARI ALAM

Dalam beberapa hari ini, saya disibukkan oleh kegiatan belajar membuat blog gratisan di wordpress. Sebenarnya saya belum cukup ilmu untuk membuat sebuah blog sendirian walau blog gratisan sekalipun,  namun karena seorang teman sejawat yang meminta untuk dibuatkan , apa salahnya untuk di coba.

Kemarin, ketika saya membuat blog INI, hampir semuanya di bantu oleh teman-teman dari komunitas janah. Terutama dari Pak Budi dan Mas Bayu yang telah banyak sekali membantu. Juga ketika kami sharing di  Kopdar , saya banyak menerima masukan dan tambahan ilmu tentunya, dari Pak Akhta yang juga sekaligus menyediakan Pos untuk Kopdar.

Hari ini, saya mencoba mengutak-atik sebuah blog. yang membuat saya jadi repot  adalah karena banyak hal yang telah saya lupakan terutama informasi-informasi penting yang seharusnya saya catat.

Sementara ini, blog tersebut walaupun belum sempurna seperti pesanan teman saya, namun telah terbit bertepatan dengan Dirgahayu RI ke- 65 dan saat ini blog tersebut juga telah menjadi anggota dari Komunitas Janah. Semoga, dengan lahirnya blog ini bertepatan dengan Peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke-65 akan memberikan aspirasi kepada pemilik blog untuk dapat selalu mengisi blognya dengan konten yang mencerminkan kemerdekaan dan MENGISI KEMERDEKAAN. Selamat bergabung di dunia Blogger, semoga memberikan manfaat bagi orang banyak. Amin.

KETIKA NURANI TELAH MATI

KECELAKAAN SEPEDA MOTOR

Kemarin, ketika kami pulang dari sekolah, seperti biasa mengunakan sepeda motor di jalan yang sepi bertemu dengan seorang remaja perempuan sedang menangis di jalan sambil memeluk ayahnya di samping sebuah sepeda motor dalam kondisi seperti di atas.

Segera aku berhenti beserta sang istri dan bergegas melihat kondisi ayah anak itu yang berlumuran darah dan masih mengenakan helm. Ketika helm di buka ternyata sang ayah dalam keadaan tak sadarkan diri dan pelipisnya luka menganga mengeluarkan banyak darah.

Kucoba hentikan sebuah truk yang lewat agar dapat segera membawa korban kecelakaan tunggal ini namun truk tersebut malah tetap melaju dan tidak mau berhenti. Sialan ! Makiku dalam hati. Ternyata, desa seperti ini-pun sudah mulai dihuni oleh orang yang tidak peduli dan tidak mau saling menolong. Akhirnya korban saya bawa ke rumah sakit terdekat dengan sepeda motor ketika sang korban telah siuman.

Syukurlah, ternyata korban hanya luka-luka dan tidak ada yang parah, hanya pelipis yang robek harus di jahit dan bisa di rawat di rumah saja.

Saya jadi terus teringat dengan sopir truk yang tidak mau menghentikan kendaraannya ketika saya coba menghentikannya untuk mohon pertolongan. Sepertinya, hati nurani sang sopir telah mati sehingga tidak mau memberikan sedikit pertolongan di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Semoga tidak ada lagi sopir seperti itu, karena bagaimanapun juga kepedulian kepada sesama dan jiwa gotong royong dan saling membantu haruslah tetap di pelihara.

SEPEDA HIAS

Dalam rangka memeriahkan hari proklamasi kemerdekaan RI tahun 2010, di Ampah Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur Propinsi Kalimantan Tengah pada tanggal 9 Agustus 2010 diadakan lomba sepeda hias dan sepeda santai.
Lomba ini didukung oleh : KOMUNITAS JURNALIS ANAK AMPAH, FORUMBORNEO.COM DAN DI MOTORI GENERASI MUDA DARI WMS.
Kegiatan ini berlangsung dengan sukses dan memberikan warna tersendiri bagi kota Ampah karena kegiatan seperti ini sangat jarang di laksanakan.
Baca lebih lanjut

3 IN 1

NESCO MULTICHECK

Kemarin, pesanan saya sebuah Nesco Multicheck yang saya pesan pada CYTOMEDICAL telah saya terima melalui jasa pengiriman TIKI . Saya merasa senang menerima kiriman paket itu mengingat baru kali pertama saya melakukan transaksi melalui internet yang sangat memerlukan “saling percaya”. Terima kasih saya haturkan pada fihak CYTOMEDICAL yang telah mengirimkan pesanan dengan cepat.

Bermula dari vonis dokter yang menyatakan bahsa saya mengidap diabetes mellitus (DM) sehingga harus dirawat dengan baik dan secara berkala harus melalui test gula darah. Kali pertama dilakukan test, angka yang di tunjukan sangat fantastis yaitu di atas 500 test tanpa puasa. Saya sangat terkejut dan sempat stress dalam beberapa hari. Angka tersebut sangat tinggi kadar gula darah dan saya benar-benar “terancam” . Ini kejadian sekitar 2 bulan lalu.

Setelah dirawat dan juga melalui program diet ketat, Alhamdulilah hari ini saya sudah berada pada titik aman karena hasil test menunjukkan angka pada posisi 100 yang bisa dikategorikan normal.

Karena saya harus check gula darah secara berkala, maka melalui “jalan-jalan” di dunia maya, saya menemukan CYTOMEDICAL yang menyediakan alat-alat kesehatan salah satunya adalag Nelco Multicheck yang dapat menunjukkan hasil yang akurat dari kandungan Gula darah, Koleterol dan asam urat. Karena saya menjadi malas bolak-balik ke rumah sakit untuk check gula darah, akhirnya saya putuskan untuk melakukan check sendiri, ya… harus mempunyai alat check itu terlebih dahulu tentunya.

Bagi para sahabat, memang sehat itu mahal. Karenanya pantaslah selalu bersyukur pada-Nya ketika kesehatan diberikan pada kita sebelum sakit datang. Namun juga bersyukur ketika bisa sehat setelah mengalami perawatan karena sakit yang diderita dapat disembuhkan.

TUNJANGAN LAUK PAUK

gambar diambil dari jogjanews.com

Kadangkala kita merasa sebagai pemilik sesuatu walalupun ‘sesuatu’ itu belumlah menjadi milik kita.  Dan tidak jarang kita merasa sesuatu yang telah kita miliki merupakan 100% milik kita tanpa menyadari sebagian kecilnya merupakan hak orang lain.

Ketika Pemerintah mengumumkan bahwa PNS diberikan Tunjangan Lauk Pauk, saya merasa tunjangan itu sudah menjadi hak saya dan hanya menunggu waktu saja menerimanya. Bulan demi bulan saya menunggu realisasinya, satu ulan, dua bulan, tiga bulan, dengan sabar saya menunggu. Ya, semakin lama menunggu saya merasa semakin besar tabungan saya karena pastilah tunjangan itu akan dibayarkandengan di ‘rapel’. Namun hingga saat ini tunjangan itu belum juga ada realisasinya.

Kalau dihitung, seandainya memang itu hak saya terhitung sejak Pemerintah mengumumkan tunjangan itu akan diberikan, tentulah tidak sedikit yang akan saya terima. Belum lagi berapa jumlah PNS di Kabupaten Barito Selatan Propinsi Kalimantan Tengah yang bernasib sama dengan saya apabila di kalkulasikan tentunya bukanlah angka yang kecil. Dan seandainya setiap PNS tersebut setelah menerima tunjangan itu dan memberikan 2,5 % hak fakir miskin, alangkah berbahagianya mereka menerima haknya yang juga bukanlah angka yang sedikit.

Tetapi maaf, saya tidak menunjukkan angka disini karena memang hingga saat ini tidak ada angka-angka itu yang faktanya telah disulap entah menjadi apa.

Melihat kenyataan ini, saya tidak berani “mengakui” memiliki hak sebagai penerima tunjangan daerah sebagaimana diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Barito Utara kepada Pegawainya, ataupun Kabupaten-kabupaten lainnya yang telah memberikan hak pegawainya yang tidak saya sebutkan di sini.

Sebagai makhluk yang beriman dan telah menerima nikmat Islam hingga saat ini dan Insya Allah hingga akhir hayat, saya bersyukur kepada Allah SWT akan itu semua dengan harapan jiwa ini terus bercahaya sehingga selalu terang benderang dan tidak terseret dalam kegelapan dan prasangka kepada-Nya. Sesungguhnya, segala sesuatu berasal dari-Nya dan akan kembali pada-Nya. Limpahan Rahmat, rizky yang tiada henti dari-Nya seharusnya membuat-ku mampu bersyukur, dan selalu bersyukur. Alhamdulillahirrobbil ‘aalamin.