KETIKA NURANI TELAH MATI

KECELAKAAN SEPEDA MOTOR

Kemarin, ketika kami pulang dari sekolah, seperti biasa mengunakan sepeda motor di jalan yang sepi bertemu dengan seorang remaja perempuan sedang menangis di jalan sambil memeluk ayahnya di samping sebuah sepeda motor dalam kondisi seperti di atas.

Segera aku berhenti beserta sang istri dan bergegas melihat kondisi ayah anak itu yang berlumuran darah dan masih mengenakan helm. Ketika helm di buka ternyata sang ayah dalam keadaan tak sadarkan diri dan pelipisnya luka menganga mengeluarkan banyak darah.

Kucoba hentikan sebuah truk yang lewat agar dapat segera membawa korban kecelakaan tunggal ini namun truk tersebut malah tetap melaju dan tidak mau berhenti. Sialan ! Makiku dalam hati. Ternyata, desa seperti ini-pun sudah mulai dihuni oleh orang yang tidak peduli dan tidak mau saling menolong. Akhirnya korban saya bawa ke rumah sakit terdekat dengan sepeda motor ketika sang korban telah siuman.

Syukurlah, ternyata korban hanya luka-luka dan tidak ada yang parah, hanya pelipis yang robek harus di jahit dan bisa di rawat di rumah saja.

Saya jadi terus teringat dengan sopir truk yang tidak mau menghentikan kendaraannya ketika saya coba menghentikannya untuk mohon pertolongan. Sepertinya, hati nurani sang sopir telah mati sehingga tidak mau memberikan sedikit pertolongan di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Semoga tidak ada lagi sopir seperti itu, karena bagaimanapun juga kepedulian kepada sesama dan jiwa gotong royong dan saling membantu haruslah tetap di pelihara.

18 Tanggapan

  1. Selamat pagi Yusami, alangkah indahnya jika kita sesama mahluk hidup selalu menjaga hatu nurani, peka terhadap situasi yang ada, karena jika saja hati nurani itu diabaikan celakalah manusia tsb, sebab sudah membohongi dirinya sendiri, yg seharusnya terus ia pelihara sampai kapanpun. Sayang demi kepentingan lainnya hati nuraninya ditumpulkan dampaknya ia tidak mengerti apa kehendak ALLAH dalam kehidupannya. Trims ya ?

  2. Assalaamu’alaikum mas Yusami..

    Saya kembali menyatu diri di dunia maya dalam keberkatan Ramadhan yang mulia ini setelah menghilang diri di maya atas musibah yang menimpa.

    Semoga kehadiran Ramadhan ini akan menyambung kembali silaturahmi kita.

    Blog dulu sudah terhapus dan kini saya kembali dengan blog baru yang berwajah serupa:

    http://webctfatimah.wordpress.com/

    Salam Ramadhan yang mulia dan salam mesra dari saya di Sarawak, Malaysia.

  3. Walau masih banyak orang yg punya kepedulian terhadap terhadap sesama, namun zaman sekarang kepedulian, saling menolong, gotong royong, dan sebagainya yg merupakan ciri khas bangsa kita mulai memudar.
    Kecenderungan seperti bahkan terjadi di kampung2.
    Salut buat Pak Guru yg telah menunjukkan kepeduliannya kepada sesama yg membutuhkan pertolongan.

    ys: terdorong nurani dan pernah diberikan pertolongan saat mengalami kecelakaan di jalan raya.

  4. rasa kepedulian saya mungkin tidak terllu tinggi seperti anda
    kalau saya melihat begitu dijalan pasti saya melewatkan saja
    kecuali klo emng bener2 belum ada yang nolong mungkin saya akan menolongnya ghehehhe😀

    ys: sepertinya itulah yang kualami Blueblood

  5. sungguh menyedihkan, memang, mas yusa, agaknya fenomena seperti itu juga terjadi di berbagai tempat. nurani mereka mati bisa jadi lantaran hilangnya sikap care terhadap sesama. mereka ndak mau berurusan macem2 sehingga lebih baik melaju kencang ketimbang berhenti memberikan pertolongan. salut dengan sikap mas yusa dan istri yang berusaha memberikan pertolongan semampunya. semoga membawa banyak berkah di bulan yang mulia ini. salam.

    ys: kadang ketika kita bertanya pada nurani, tentulah mampu berbuat untuk sesama dalam bentuk apapun.

  6. saya tergolong orang yang takut melihat darah, melihat orang sakit, melihat kecelakaan,.. saya bisa lemes tak berdaya kalau melihat orang kesakitan,…gak mampu menolong

  7. Assalaamu’alaikum mas Yusami..

    Selamat Dirgahayu Republik Indonesia ke 65 tahun.
    semoga Indonesia terus maju untuk rakyatnya.

    Silakan ke laman saya untuk posting khas buat kemerdekaan Indonseia.

    http://webctfatimah.wordpress.com/2010/08/17/17-ogos-2010-dirgahayu-ri-ke-65

    Saya berbangga menjadi sahabat anda di Indonesia.
    salam manis dan mesra selalu.

  8. sudah selayaknya saling membantu menjadi pribadi yang perlu dipelihara karakternya ya Pak.

  9. kepedulian, suatu rasa yang sudah mulai ditinggalkan. Semoga dengan bulan ramadhan ini bisa mengingatkan kita untuk selalu peduli pada sesama

  10. sekarang inin entah kenapa sudah banyak nurani yan gmati, nurani yang sudah gak mau peduli tentang orang lain.semoga kita tidak termasuk dalam golongan orang yang demikian

  11. Seandainya sopir truck tersebut pernah menimba ilmu perumpamaan mungkin dia takkan kabur, seumpama yang kecelakaan adalah saudara atau malah orang tua dari si sopir truck.

  12. kesadaran tidak bisa dipaksakan pak, karena orang di nunia ini mempunyai watak yang berbeda-beda

  13. Masyarakat awam kadang takut dengan keadaan seperti di atas. Saya sering mendapati keadaan pasien yang meninggal hanya karena keterlambatan pasien dibawa ke rumah sakit, ini disebabkan masyarakat awam yang takut untuk menolong.

  14. ternyata memang sudah ada orang seperti itu di bumi borneo ini.astaqhfirullah.

  15. mungkin ada yg lbh penting lg bg supir truk itu, seperti istrinya mau melahirkan, atau anaknya jg sdg kecelakaan.. hati org siapa yg tahu?

    ys: mudah-mudahan begitu, sehingga nilai kepedulian pada sesama tidak akan luntur terlebih selaku umat yang bergama, sepantasnya menjalankan agamanya dengan baik dan benar.

  16. banyak-banyaklah beramal di bulan suci Ramdahan (kata kakek tua di iklan eksis). hehehe

    ys: bener Mas, semoga beramalnya tidak hanya di bulan ramadhan ini karena hidup di dunia sebenarnya adalah untuk mengumpulkan “amal” bagi kehidupan di akhirat kelak. ya khan…!

  17. Kebanyakan orang telah lupa akan jati dirinya yang saling membutuhkan. Hem…h!

  18. Kalau supir truknya kecelakaan Bapak mau menolong lagi pak ? heee
    ya begitulah potret keadaan kita sekarang ini pak … mungkin truk itu enggan terlibat masalah … pak .. maklum sekarang orang-orang malas terbelit2 masalah …
    karena sibuk memikirkan dirinya masing-masing

    Semoga kejadian serupa menjadikan pelajaran untuk kita semua ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: