SEJARAH YANG TERBUANG ?

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Entah darimana saya dapat kalimat itu untuk pembuka postingan hari ini, rasa-rasanya pernah mermbacanya.

Berawal dari nonton berita di TV yang menyiarkan, anak angkat Ibu Inggid ingin melelang Surat Nikah dan Surat cerai Ibu Inggid dengan Bung Karno , Sang Proklamator serta beberapa barang-barang yang lain. Kalau memang benar Surat itu pernah di hargai Rp. 2 Milyar oleh “orang asing” yang berminat membelinya untuk koleksi museum di negara mereka, tentunya lelang ini akan “rame” dan mudah-mudahan akan terjual dengan harga yang lebih tinggi dari tawaran sebelum ingin dilelang. Seandainya telah laku terjual dengan harga tinggi, apakah Indonesia tidak merasa kehilangan sebuah bukti sejarah ?

Akh……, mungkin kita memang belum mampu menghargai jasa pahlawan kita walaupun setiap Senin pagi. (terutama kami) di sekolah selalu mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan. Ya….sepertinya hanya cukup dengan mengheningkan cipta tanpa mampu berbuat lebih. Dalam semangat 65 tahun kemerdekaan kita, saya merasa cukup prihatin dengan ide melelang benda-benda berharga milik Sang Proklamator.

Saya tidak tahu siapa sebenarnya yang berwenang untuk merawat dan mejaga aset tersebut, namun sungguh disayangkan apabila benar-benar terjadi, benda-benda bersejarah itu berpindah tangan bahkan berpindah ke luar negeri. Semoga saja ini tidak terjadi karena anak cucu kita nantinya perlu juga melihat bukti sejarah bukannya mereka juga harus mengetahui sejarah bangsanya ?

15 Tanggapan

  1. kok, dilelang si…

  2. Assalaamu’alaikum mas Yusami..

    Sejarah adalah masa lalu yang punya cerita tersendiri untuk dikenang oleh generasi akan datang yang tidak hidup dalam sejarah tersebut.

    walau hanya surat nikah atau cerai, hal sedemikian mempunyai sejarah kepada peribadi Bung Karno yang dikenali dengan peribadi hebat dalam kepimpinan.

    Kalau di Malaysia, semua warisan perdana menteri yang telah meninggal malah Dr. Mahathir yang masih hidup itupun dibuat sebuah rumah khas yang menempatkan segala kurnia dan sejarahnya. lalu semua rumah itu menjadi pusat wisata/pelancungan bagi negara Malaysia.

    Mari kita hargai jasa pahlawan yang berjasa besar ini. saya sangat mengkagumi kepetahan Bung karno dalam berpidato.

    Salam mesra selalu dari sarawak.

  3. aneh ya, barang bernilai sejarah kok malah akan lari ke manca negara

  4. Memang semua tak slalu bisa dinilai dengan uang.
    Tapi mau bagaimana lagi, kalau uang sudah jadi kebutuhan??

    Dengar berita itu di TV rasanya miris campur malu…
    Malu pada dunia, malu pada anak cucu

  5. Satu lagi bukti bahwa kita bukan bangsa yang besar, kita punya pemimpin yang besar (gendut) perutnya.😀

  6. maraknya pelelangan benda2 berharga bisa jadi lantaran negara sudah tdk mau lagi mengurusnya, mas yusa. keluarga sang pewaris secara materiil tak sanggup lagi harus berbuat yang lain kecuali melelangnya. doh.

  7. wahh.. aku gak terlalu mengikuti sejarahnya pak karno nih..

  8. Barang bersejarah seperti itu bisa di lelang, mungkin karena masih di anggap alat kecil.. Padahal barang itu sangat berharga.. Semoga oknum itu bisa menghargai pak soekarno dengan menjaga bukti sejarah pak soekarno

  9. welwh,.. welwh,…

  10. bukan hanya itu pak, pusaka-pusaka keraton surakarta juga banyak yang hilang dugaan saya mungkin peristiwanya juga seperti itu. seprti kejadian penyelundupan arca bersejarah disolo kemarin

  11. Masalahnya pewmerintah sendiri tidak bisa merawat dan acuh dengan benda bersejarah

  12. wah sayang sekali yah pak … kok dilelang …. seandainya ada yang memberikan kepada saya supaya di jaga dan di rawat saya mau dengan senang hati menerimanya pak …

  13. jujur jujuran saja, kalau aku pun punya benda peninggalan sejarah bangsa ini juga akan ku jual ke pihak asing. Secara mereka mau merawa dan menghargainya.tidak seperti negara ini.

    jangankan benda peninggalan sejarah, para pahlawan pejuang kemerdekaan pun diabaikan, apa lagi hanya sebuah benda mati?

    ys: sepertinya banyak benarnya apa yang dikatakan Mas Alief.

  14. Jangan sekali-sekali melupakan sejarah ..semboyan ini dikenal dengan JASMERAH

  15. hhmmmmmmmmm………………. napa ga dikasihkan ke musium indonesia az…………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: