KOMPUTER ITU TIDAK PENTING

Koq judulnya “komputer itu tidak penting ?”

Apa benar-benar tidak perlu komputer ? Apa sudah yakin menganggap “tidak penting” kepada komputer di era globalisasi ini ? Emang bisa menghindari komputer ?

Ya….begitu deh…… Sebenarnya ini hanyalah sebuah judul, ya… sebuah judul yang di ambil dari sebuah kisah fiktif yang dikarang dan dibuat-buat. Begini ceritanya:……..


Pada sebuah SMP Negeri di “kampung” dan sangat “kampungan” seorang guru baru sedang marah-marah pada siswa kelas 9.
“Sebentar lagi kalian menghadapi Ujian Nasional dan tentunya kalian menginginkan lulus dengan baik, khan ? Selama tiga tahun kalian di didik kedisiplinan, menjelang kelulusan kalian malah bertingkah seakan-akan tidak pernah ditanamkan kedisiplinan. Membuang sampah seenaknya bukannya di tempat sampah yang sudah tersedia, berpakaian sengaja tidak rapi malah cenderung bagaikan preman, dan dinding-dinding sekolah di tulisi nama kalian. Bukan begitu caranya kalau ingin memberikan kenangan kepada sekolah. Bukan begitu caranya kalau ingin selalu di kenang dan menorehkan sejarah indah buat sekolah tercinta ini. Kalau kalian memang ingin dikenang, kalian toh bisa menyumbang seperangkat komputer misalnya, sehingga sekolah bisa menuliskan besar-besar pada komputer “INI KOMPUTER SUMBANGAN SISWA KELAS 9 T.P. 2010/2011″. Kalau perlu, setiap siswa menyumbangkan satu komputer sehingga bisa tertulis di komputer itu nama masing-masing penyumbang. Kalian lihat sendiri khan, bagaimana kalian memandang laptop guru pengajar TIK dari kejauhan dikarenakan kita tidak memiliki laboratorium komputer. Jangankan laboratorium, komputer yang di bawa guru itu saja adalah milik pribadi beliau.” Sang guru berapi-api penuh emosi sehingga suaranya terdengar sampai jauh menyeberang gunung dan lautan.

Di seberang lautan, Sang Kepala Sekolah yang mendengar “igauan” guru baru itu berkomentar dihadapan Wakil Kepala sekolah dan di depan guru-guru senior. ” Dasar guru ngawur, masa anak-anak diminta menyumbang komputer pada sekolah. Pemerintah saja hingga saat ini belum menanggapi sama sekali usulan bantuan komputer untuk sekolah ini. Dan lagi, pemerintah sudah menggratiskan biaya sekolah, masa diminta untuk menyumbang ? Apalagi sekolah khan sudah ada dana BOS. Kalau selama ini dengan dana BOS sekolah tidak pernah mengadakan komputer walau satu unit-pun, toh komputer itu tidak penting. Ini khan sekolahan kampung, jauh dari kota. Kita punya dua komputer di kantor untuk administrasi saja sudah sangat hebat. Apalagi sekolah ini khan SMP, nanti toh kalau mereka SMA dan melanjutkan ke kota, mereka bisa belajar komputer sebenarnya.”

He…..he…he…..

Guru baru itu hanya bisa mengurut dada dan menyadari kesalahannya. Benarlah kiranya apa yang dikatakan Sang kepala Sekolah, toh sekolah ini hanyalah sekolah di kampung, sekolah gratis penerima dana BOS, masa sih siswa harus memberikan sumbangan. Semoga saja kampung ini segera menjadi kota agar fasilitasnya bisa lengkap dan memadai.

(Cerita ini hanyalah fiktif , mohon maaf bila ada jabatan yang disebutkan memiliki kemiripan karena semuanya hanyalah karangan yang dibuat-buat )

9 Tanggapan

  1. Dana BOS memangnya cukup ya dibuat beli komputer??
    Saya pikir jumlahnya kecil sekali…😐
    ============================================
    ys: kalau di cerita kali ini, kayaknya enggak mungkin Mas, tau deh kalau cerita kali lain . Kalau di dunia nyata, saya malah tidak tahu.

  2. Siapa ya, guru yang “ngrasani” saya itu…😀
    =========================================
    ys: hi..hi…., emang ada yang berani….?

  3. Wah wah…Komputer Itu Sekarang Gak Penting ya…Laptop aja dech..Lho..?
    ================================================
    ys: bener nih, khan jadi lebih muantap

  4. cerita yang mengharukan, mas yussa. perlu ada sinergi dengan para pemangku kepentingan sekolah. meski berada di sebuah kampung, tidak berarti harus beranggapan bahwa kompi itu tdk penting.
    =============================================
    ys: ini cuma cerita yang dikarang dan di buat-buat saja Pak, mudah-mudahan tidak trerjadi di dunia pendidikan kita.

  5. wah ini pasti nyindir saya, sering berteriak untuk membeli komputer setiap tahun. saya juga guru baru, baru 20 tahun…hehehehe
    lanjut…………………………………….
    ==================================================
    ys: terus teriak…..lanjutkan…!

  6. sekolah di kampung mana itu pak & siapa guru baru itu,,kayanya aku tau,,,hehehe,,langsung aja pak blogwalking,,
    ========================================
    ys: ah….ini khan cuma cerita yang dibuat-buat…bukan kisah nyata lho…! jadi, ndak usah nduga-nduga ya….!

  7. computer not important! I guess no one, really for people who do not / rarely use it. but for me and a friend Computer is like a living companion, every time every time.
    artinya :
    komputer gak penting!! saya kira tidak salah, kok bagi orang yang tidak/ jarang menggunakannya. namun bagi saya dan sahabat Computer sudah bagaikan pendamping hidup, setiap saat setiap waktu.
    heheh, banyak coment anak baandel ini😀
    ==========================================
    ys: hi..hi..hi…, untung ada artinya…!

  8. semua itu tergantung juga dari visi & misi guru2 dan sekolahnya😀
    =======================================
    ys: kalau di “alam nyata” untuk saat ini sudah selayaknya sekolah setingkat SMP memiliki sarana lab. komputer terutama untuk daerah yang bukan daerah terpencil, apalagi telah menggunakan kurikulum KTSP yang sesungguhnya, bukan KTSP (Kurikulum Terserah Siapa Pemimpin sekolahnya)

  9. Waduh bro, ada majang merek tuh dilayar monitornya. Promosi gratis deh tuh merek, hehehe… Ada istilah yang mengatakan, HARI GENE NGGA BISA KOMPUTER, APA KATA DUNIA…. Salam persahabatan dari Kalimantan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: