JUARA TINJU WBA

Ketika pasukan merah putih berhasil mengkandaskan TIM Turkmenistan dengan skor 4 – 3 (Agregat 5 – 4), seluruh bangsa Indonesia bersorak bergembira.

Sebuah prestasi TIMNAS kita setelah PSSI berhasil keluar dari kemelut berkepanjangan yang nyaris mempermalukan Bangsa Indonesia hanya dikarenakan ulah segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab dan hanya memikirkan kepentingan pribadi dan golongannya saja.

Adalah sebuah harapan Bangsa Indonesia kembali bersorak sorai saat berhadapan M. Rachman sang juara tinju kelas terbang mini versi WBA melawan petinju Thailand Pornsawan Porpramook dalam 12 ronde. Lihatlah sosok M.Rachman saat melakukan latihan di sebuah sasana, tampak begitu meyakinkan sebagai seorang juara.

Namun harapan tinggallah harapan. Dengan gaya yang monoton dan cenderung selalu berada dalam “desakan” akhirnya M. Rachman harus membiarkan sabuk juaranya ‘terbang’ di bawa ke Thailand. Terlihat kekecewaan dan protes M.Rachman saat diumumkannya hasil pertandingan yang memenangkan Pornsawan dengan beda tipis seakan tidak percaya akan penilaian juri. Sepertinya ada keyakinan bahwa dengan gaya bertarungnya selama 12 ronde tersebut mampu mempertahankan sabuk juaranya.

Kenyataan berbicara lain, walaupun dengan nilai yang beda tipis tetap harus merelakan sabuknya di bawa pulang Pornsawan ke Thailand.

Simaklah betapa yakinnya M.Rachman akan memenangkan pertandingan ini seperti di beritakan di sini.  Mungkin M.Rachman yang kini hampir menginjak usia 40 tahun itu sudah harus berfikir untuk “gantung sarung tinju” saja karena sedikit banyaknya, usia juga berpengaruh terhadap prestasi pada olah raga adu jotos ini.

Iklan