TIMNAS SEPAKBOLA SENIOR BELUM MENANG

 

Malam ini TIMNAS Senior Indonesia kembali berjuang menghadapi TIMNAS Iran yang disiarkan secara langsung oleh SCTV. Tadinya ada keengganannku untuk menonton pertandingan ini karena sudah kuprediksi TIMNAS Indonesia akan kalah karena pada pertandingan melawan Iran di leg pertama Indonesia dihempaskan dengan skor telak 3-0.

Karena permintaan “si-kecil” yang ingin menyaksikan perjuangan idolanya, akhirnya dengan sedikit terpaksa dan menyembunyikan rasa keenggananku itu di hadapannya akupun menyetel SCTV.

Benar dugaanku, tak lama setelah menyetel SCTV, gawang Indonesia yang dikawal Hendro Kartiko jaringnya bergetar untuk pertama kali di menit-menit awal babak pertama.

Pada pertandingan ini, di babak pertama penjaga gawang “tua” kata “si-kecil” anakku (maklum, penjaga gawang kesukaannya adalah Made) harus memungut bola dalam gawangnya sebanyak 3 kali. Sebuah hiburan, tandukan cantik Bepe menghasilkan satu-satunya gol bagi Indonesia.

Berbeda dengan babak pertama, di babak kedua Iran mengendorkan serangannya, namun sebuah kesalahan pemain Indonesia yang menjatuhkan pemain Iran di kotak pinalti membuat wasit meniup pluitnya dan menunjuk titik putih. Kesalahan pemain Indonesia ini harus dibayar dengan perubahan skor menjadi 4-1. Skor ini menjadi permanen hingga pertandingan selesai.

PEMAIN INDONESIA PENDEK ?

Kekalahan Indonesia kali ini menjadikan TIMNAS Indonesia  sebagai TIM yang belum memenangkan pertandingan sekalipun di Grup E. Menurut komentator, faktor fostur tubuh pemain TIMNAS Indonesia yang lebih kecil di bandingkan pemain-pemain TIMNAS Iran sebagai salah satu faktor yang menyebabkan Indonesia belum bisa menang melawan TIMNAS Iran.

Mas WIM, seorang pelatih hebat yang melatih TIMNAS Indonesia ternyata belum bisa merubah sebuah pertandingan bagi TIMNAS Indonesia menjadi catatan sejarah kemajuan persepakbolaan Indonesia.

Ataukah kita harus memilih “pesepakbola-pesepakbola berbakat dengan tinggi minimal 177,38 cm” seperti skuad Barcelona barulah bisa menorehkan prestasi yang di inginkan ? Kalau memang demikian adanya, PSSI harus sejak dini menyiapkan pemain-pemain berbakat menjadi pemain dengan tinggi minimal 177,38 cm sebagaimana rata-rata pesepakbola Barcelona yang terpendek.

 

 

Iklan