KORUPTOR “PENJAHAT” BIASA

Ini hanya kejadian di dunia yang sedang saya buat, yaitu dunia simpel dan amat simpel sebagaimana cara berfikir saya yang masih simpel dan pengennya yang simpel-simpel aja.

Namun dunia yang sedang saya rekayasa ini akan menjadi dunia diluar kendali saya ketika dunia ini akan bergeser nantinya sesuai dengan pergeseran lempeng dasar laut dunia saya ini.

Saya belum pernah belajar tentang hukum dan sangat berharap tidak dihukum karena hari ini menyenggol tentang hukum walau hanya di dunia saya saja. Mengingat selebriti di dunia saya saat ini sudah merambah bidang korupsi ATAU lebih tepatnya koruptor telah menjadi selebriti, maka sudah sepantasnya saya selaku pemilik dunia ini membuat produk hukum  baru yang akan memberikan efek jera pada para koruptor tanpa melanggar hak azasi para koruptor itu sendiri.

Akhirnya saya putuskan dengan mudah bahwa hukuman yang pantas bagi para koruptor adalah berpatokan pada hukuman terhadap maling ayam, seperti yang pernah terjadi di kampoeng saya yaitu sebuah districk di dunia yang saya buat ini. Hukuman bagi maling seekor ayam dengan berat 2 kg, adalah dipukul massa sampai babak belur dan di tahan (di buui) selama 3 bulan. Berdasarkan pada hukum ini, maka saat ini harga 1 kg ayam adalah Rp. 23.000,00 sehingga untuk 2 kg ayam menjadi Rp. 46.000,00 . Sehingga hukuman yang sepantas-pantasnya bagi koruptor tinggal kita hitung berapa banyak hasil korupsinya lalu bagi dengan Rp. 46.000,00 dan kalikan dengan 3 bulan. Nah , dengan demikian kita semua jadi tahu berapa bulan akan mendekam dalam bui seorang koruptor itu. Jangan lupa, terlebih dahulu harus melalui tahap dipukul massa sampai babak belur terlebih dahulu. Simpel kan…?

Ini hanya untuk tinjauan kalangan terbatas, tidak boleh melibatkan para ahli hukum maupun kalangan civitas academika. 

Iklan