…………….?

 

hari ini…. aku tertidur pulas di tengah hari

sampai-sampai tak kudengar adzan dzuhur

walau-pun di dalam bersit-an hati

ah…… benar-benar aku telah kehilangan diriku

saat ini “aku” bukanlah aku

terombang ambing di lautan tanpa bertepi

tanpa angin bertiup walau hanya semilir

harapan-pun kini telah sirna

hingga waktu membangunkanku untuk terlepas dari belenggu pulas.

………………………………………..(5 Ramadhan 1433 h)

Iklan

RUMAH DINAS MEGAH BUAT GURU

Sebuah berita gembira bagi guru-guru, DPR RI pada sidang paripurna tanggal 26 Oktober 2010 “menyetujui” Rumah Dinas buat Anggota DPR dialihkan untuk Sekolah Dasar, Guru-guru, sebagaimana diungkapkan oleh Habib Nabil al Musawwa.

HABIB NABIL AL MUSAWWA

Berita ini akan menjadi berita gembira yang sebenarnya seandainya kejadian ini tidaklah seperti berikut ini :

Anggota DPR dari PKS tidak setuju dan tidak mau menggunakan jatah rumah dinas yang disediakan dengan uang negara. Anggota Fraksi PKS Habib Nabil al Musawwa adalah salah satu anggota Dewan yang menolak menggunakan rumah dinas itu.

Penolakannya disampaikan lewat interupsi saat berlangsung sidang paripurna ke 11 di DPR RI. “Apa iya anggota DPR butuh rumah dinas?” ucap Nabil di forum sidang, Selasa 26 Oktober 2010.

Ia pun menawarkan solusi yang ternyata justru ditanggapi negatif anggota lain. “Kita itu, tanpa rumah dinas saja tetap akan bekerja. Kalau perlu, anggaran rumah dinas itu dialihkan saja untuk sekolah dasar, guru-guru. Kami tidak butuh itu,” ujar Nabil.

Mendengar usulan Nabil, spontan saja anggota lainnya ribut. Suara bergumam terdengar dimana-mana. Paling kompak dan paling keras ketika Nabil mengatakan “Dialihkan saja untuk sekolah dasar atau guru” dan “Kami tidak butuh itu”, mayoritas anggota DPR berteriak “huuuuuuu…….

Saat diteriaki, Nabil malah balik bertanya. “Kenapa harus menyoraki dan berteriak “huuuu…?

Sungguh sangat menyedihkan potret wajah para wakil rakyat di negeri ini, secercah harapan suara rakyat yang ada di tubuh DPR malah di jadikan bahan tertawaan. Anggota DPR yang sudah bergaji tinggi lebih mementingkan kepentingan dirinya sendiri dibanding masyarakat kecil yang hari-harinya semakin dililit kesusahan. (Aslinya baca di sini)
Sayang….sayang……sungguh disayangkan….engkau guruku…!

NICE BLOGGER BUATKU ?

Tak bisa di pungkiri, kekecewaan sedang melandaku. Apa Pasal ? Dini hari tadi, kesebelasan “andalanku” di Liga Champion bertanding dengan semangat tinggi dibawah dukungan penuh pendukungnya karena bertanding dikandang sendiri, menemukan ‘ganjalan’ keras dari musuhnya yaitu Inter Milan. Walaupun Inter Milan akhirnya bertanding dengan 10 pemain, namun berkat taktik ‘bertahan’ yang diterapkan sang pelatih Mourinho sehingga Inter Milan dapat melenggang ke Final walaupun sempat kebobolan 1-0 namun agregat 3-2 memastikan tiket ke final.

Saat kekecewaan ini sedang kunikmati, tiada kusangka Mas Bayu memberikan sebuah AWARD buatku. Sejujurnya, aku sempat bertanya-tanya apakah aku pantas untuk AWARD INI ? Maklumlah, aku yang masih baru di dunia blog dengan pengetahuan yang serba sedikit dan jarang menampilkan postingan-postingan. Terlepas dari itu semua, saya sangat berterima kasih kepada Mas Bayu. Tentang kekecewaan ini,syukurlah aku dapatkan pencerahan dari Mbak Delia, sehingga aku tidak perlu kecewa berlarut-larut. Baca lebih lanjut

MESSI, JADIKAN BARCA JUARA LAGI

Foto dipinjam dari : BOLA.NET

Malam ini aku rasakan deg-deg-an juga, walau pertandingan leg ke 2 antara Barca melawan Inter baru dilaksanakan besok (29 April 2010) dinihari. Bagaimana tidak ? Baca lebih lanjut

PUSHING

Ulangan Semester Gasal

Tadinya sih aku mau posting,maklum udah beberapa waktu ini aku nggak nulis. Pengennya sih nulis yang bisa memberikan informasi kepada anak-anak di sekolah kami yang baru mulai ulangan semester gasal pada hari ini. Tapi, nggak jadi akh….takut nanti malah tulisanku nyerempet ke soal-soal bahkan sampe ke kunci jawaban segala, kan bisa berabe. Malah nantinya bisa jadi benar-benar “ulangan” karena anak-anak tinggal nulis ulang jawabannya. Belum lagi kalo aku jadi bocorin soal, udah nggak bakalan ada anak-anak yang bayar, bisa-bisa aku malah masuk bui. Nggak mungkin sih masuk bui kalo cuma bocorin soal ulangan semester, apalagi sekolahan kami kan jauh sekali di pelosok sana. Dan juga….anak-anak kami kan nggak ada yang bisa mengakses internet, maklum….kalo belajar TIK, biasanya mereka “nyatet” dan berangan-angan ngeliat komputer di dalam kelas. Kalo-pun ngeliat, ya..laptop di meja guru yang kebetulan gurunya punya dan bawa untuk dipamer-in ama anak-anak. Pilu…..pilu……Maaf ya Mas Bayu, gak bisa nyaingi bikin pendekar.

Udah ah….pushing aku…tunggu aja lanjutan ceritanya. Sembuh ntar.